Berita Gunungkidul Hari Ini

Ratusan Ternak di Gunungkidul Sembuh dari PMK, Upaya Penanganan Tetap Berjalan

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul mencatat sudah ribuan ternak yang terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Alexander Ermando
Seekor sapi milik warga di Kalurahan Planjan, Saptosari, Gunungkidul. Ratusan dari ribuan kasus PMK di Gunungkidul saat ini sudah dinyatakan sembuh dari penyakit tersebut. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul mencatat sudah ribuan ternak yang terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Meski demikian, angka sembuh dari kasus ini pun terbilang tinggi.

Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan sejauh ini dilaporkan ada 1.165 ekor ternak yang terpapar PMK.

Baca juga: Porda dan Peparda DIY 2022 Akan Dibuka oleh KGPAA Paku Alam X dan Ditutup Sri Sultan HB X

"Sebanyak 541 ekor di antaranya sudah sembuh, 10 ekor mati dan 11 ekor dipotong paksa," jelas Wibawanti, Rabu (24/08/2022).

Menurutnya, pemotongan paksa dilakukan untuk mencegah virus menyebar lebih luas.

Meski demikian, daging dari ternak yang dipotong paksa ini tetap aman dikonsumsi, sedangkan bagian jeroannya harus dibuang atau dikubur.

Meski sudah mencapai ribuan kasus, Wibawanti menilai jumlah ternak yang terpapar PMK di Gunungkidul masih relatif rendah.

Terutama jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di DIY.

"Bahkan dengan populasi ternak di Gunungkidul sebanyak 157 ribu ekor, jumlah yang terpapar terbilang kecil," ujarnya.

Wibawanti pun mengklaim penyebaran PMK di Gunungkidul mulai terkendali.

Meski begitu upaya penanganan dan pencegahan tetap dilakukan sampai saat ini, salah satunya lewat vaksinasi.

Sejauh ini, sekitar 1.700 ekor ternak di Gunungkidul sudah menerima vaksin pencegahan PMK.

Program vaksinasi pun dipastikan masih terus berlanjut hingga tahun depan.

"Prosesnya menyesuaikan dengan distribusi stok vaksin dari pusat," kata Wibawanti.

Baca juga: Antusiasme Masyarakat Tak Setinggi Vaksin Pertama, Binda DIY Jemput Bola Vaksinasi Booster

Monitoring di pasar-pasar hewan pun juga dipastikan masih berjalan hingga kini.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved