Konflik China Taiwan

China Kembali Gelar Latihan Perang, Tutup Perairan Laut China Timur

China kembali menggelar latihan militer di Laut China Timur. Latihan perang ini usaha meneguhkan posisi China atas Taiwan.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
China Military/Global Times
ARMADA kapal perang China berlayar di perairan Laut China Selatan dalam rangkaian latihan gugus tugas luat. China memperingatkan kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan bisa "membakar" kawasan dan hubungan China-Rusia. 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIJING – Militer China kembali mengadakan latihan militer baru di Laut China Timur, tidak jauh dari Provinsi Zhejiang di timur negara itu pada 22 Agustus.

Rencana ini diumumkan Administrasi Keselamatan Maritim China (MSA), Minggu (21/8/2022).

Latihan akan berlangsung mulai pukul 02.00 hingga pukul 16.00. waktu setempat pada 22 Agustus (dari 18.00 GMT pada 21 Agustus hingga 08.00 GMT pada 22 Agustus).

"Perjalanan kapal ke area yang ditentukan akan dilarang selama latihan," tambah MSA dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Analis China Anggap Washington Salah Kalkulasi Terkait Konflik China Taiwan

Baca juga: China Petik Manfaat Geopolitik Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan

Baca juga: Menhan China : Kami Berani dan Siap Mengalahkan Setiap Penyusup

China meluncurkan serangkaian latihan militer di dekat Taiwan, pulau yang diklaimnya sebagai wilayahnya, setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taipei pada 2 Agustus.

Kelompok anggota parlemen AS dari Demokrat terbang ke pulau itu beberapa hari kemudian. Begitu pula rombongan parlemen Lithuania.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan latihan militer China di dekat Taiwan diperlukan dan sah.

Baik sebagai tanggapan terhadap provokasi AS dan sebagai langkah untuk menegakkan kedaulatan dan integritas teritorial China.

Beijing jauh-jauh hari memperingatkan AS agar tidak mengizinkan perjalanan Ketua DPR AS ke pulau yang dianggap China sebagai provinsi yang memisahkan diri.

Biden Tolak Desakan Xi Jinping

Presiden China Xi Jinping langsung meminta Presiden AS Joe Biden, dalam panggilan telepon pada 28 Juli untuk menghentikan Ketua DPR AS Nancy Pelosi dari bepergian ke Taiwan.

Media The Wall Street Journal melaporkan fakta percakapan itu mengutip sumber anonim.

Menurut sumber tersebut, Biden menolak untuk mengalah, memberi tahu Xi dia tidak memiliki kekuasaan atas keputusan perjalanan Pelosi.

Alasannya, Pelosi perwakilan dari cabang kekuasaan independen sebagai anggota DPR. Biden juga memperingatkan Xi jika memprovokasi atau tindakan memaksa terhadap pesawat Pelosi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved