Konflik China Taiwan
China Petik Manfaat Geopolitik Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan
China mememetik manfaat geopolitik kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan. Sementara AS semakin sulit dipercaya sebagai pemimpin dunia.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Seorang pakar politik dan profesor di Bowling Green State University, Ohio, AS menilai kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan semakin merusak reputasi AS.
Profesor Joseph Oliver Boyd-Barrett mengatakan, sikap elite politik AS yang tidak mau mendengar membuat AS semakin tidak bisa diandalkan sebagai pemimpin dunia.
Ketua DPR AS Nancy Pelosi menjadi pejabat AS berpangkat tertinggi dalam 25 tahun yang mengunjungi pulau itu, yang dipandang China sebagai wilayah kedaulatannya.
“Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan adalah langkah simbolis dalam konteks perang untuk keuntungan geopolitik,” kata Joseph Oliver Boyd-Barrett dikutip Sputniknews, Kamis (4/8/2022).
Baca juga: Setelah Pelosi ke Taiwan China Bakal Makin Agresif
Baca juga: Nancy Pelosi Pergi, China Lanjutkan Latihan Tempur di Sekeliling Taiwan
Baca juga: Media China Tunjukkan Kemarahan Susul Kehadiran Nancy Pelosi di Taiwan
"Pengkritiknya, bukannya tidak masuk akal, mengecamnya sebagai isyarat yang mungkin membawa konsekuensi yang sangat menyakitkan bagi dunia dan bagi spesies manusia,” imbuhnya.
Nancy Pelosi mendarat di Taipei pada Selasa malam, 2 Agustus, melawan aneka protes Beijing. Ketua DPR AS telah merahasiakan perjalanannya ke pulau itu sampai saat-saat terakhir.
Namun, pers AS dan Taiwan secara ekstensif berspekulasi tentang kunjungannya ke Taiwan. Gedung Putih menyatakan tidak akan ada yang "tidak biasa" jika Pelosi memutuskan singgah di Taipei.
Sebelum kunjungan Pelosi ke Taiwan, Presiden Biden mengadakan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping. Biden menyatakan komitmennya pada "prinsip Satu China."
Sebagai tanggapan, Xi Jinping memperingatkan Presiden AS tentang kemungkinan konsekuensi negatif dari kunjungan Pelosi.
Meskipun demikian, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby menyatakan pada 1 Agustus, AS tidak boleh terintimidasi retorika (China).
Ketidakmampuan AS
Cara Gedung Putih menangani kunjungan kontroversial Pelosi itu menunjukkan ketidakmampuan pemerintah AS dari atas ke bawah.
"Biden bisa menghentikan omong kosong ini kapan pun dia mau," kata jurnalis dan penulis investigasi AS, Daniel Lazare.
"Dia bisa saja mengeluarkan seruan publik untuk tidak pergi, yang, jika cukup kuat, pada dasarnya akan membuat Ketua DPR tidak punya pilihan,” imbuhnya.
“Dia bisa saja mengambil pesawat militernya (yang digunakan Pelosi). Dia bisa saja memerintahkan USS Ronald Reagan membalikkan arah. Tapi dia tidak melakukan hal itu,” lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/semakin-memanas-china-gelar-latihan-perang-besar-besaran-di-dekat-taiwan.jpg)