Berita Jogja Hari Ini

Ini Alasan Disdikpora DIY Menonaktifkan Kepala Sekolah dan Tiga Guru di SMAN 1 Banguntapan Bantul

(Disdikpora) DIY menonaktifkan sementara kepala sekolah dan tiga guru SMAN 1 Banguntapan , Bantul buntut dari kasus dugaan pemaksaan berjilbab

TRIBUNJOGJA.COM/ Yuwantoro Winduajie
Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menonaktifkan sementara kepala sekolah dan tiga guru SMAN 1 Banguntapan , Bantul buntut dari kasus dugaan pemaksaan berjilbab .

Kepala Disdikpora DIY , Didik Wardaya menuturkan, keputusan penonaktifan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94/2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 82/2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

"Maka dilakukan pembebasan sementara dari tugas dan jabatannya kepada kepala sekolah dan guru yang diduga terlibat dalam pemaksaan penggunaan kerudung," kata Didik, Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Insiden Meninggalnya Tri Fajar Firmansyah, Sri Sultan HB X : Saya Mau Fasilitasi Dialog Suporter

Pertimbangan ini dalam rangka memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan agar lebih fokus dan konsentrasi serta tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar sampai diterbitkannya keputusan administrasi lebih lanjut.

Didik melanjutkan, siswa yang menjadi korban pemaksaan berjilbab tetap diberi kesempatan untuk bersekolah di SMAN 1 Banguntapan atau akan ditempatkan di sekolah lain sesuai dengan formasi pada rombongan belajar.

Namun demi tumbuh kembang dan kenyamanan belajar peserta didik tersebut, hal ini tetap mempertimbangkan masukan dari orang tua dan psikolog pendamping dalam hal ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Yogyakarta.

"Untuk sementara jika belum memungkinkan siswa tersebut mengikuti pembelajaran tatap muka, sekolah diharapkan dapat memfasilitasi dengan pembelajaran daring," jelasnya.

Pemda DIY, lanjutnya, berkomitmen akan menyelesaikan permasalahan ini dengan sebaik-baiknya supaya kejadian serupa tidak terulang kembali di lingkungan sekolah di DIY.

Baca juga: PENGUMUMAN! Drama Korea Alchemy of Souls Akan Hiatus Seminggu, Begini Kata Tim Produksi

Disdikpora DIY juga akan bekerja sama dengan Bandiklat DIY untuk melakukan pelatihan tentang wawasan kebangsaan dan nilai-nilai keistimewaan DIY dalam rangka memberikan penguatan kepada kepala sekolah , guru , dan menekan Intoleransi di sekolah .

"Semua sekolah di lingkungan Pemda DIY dihimbau untuk menciptakan suasana dan ekosistem sekolah yang penuh toleransi sehingga menumbuhkan rasa nyaman dalam proses pembelajaran," tandasnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved