Berita Jogja Hari Ini

Insiden Meninggalnya Tri Fajar Firmansyah, Sri Sultan HB X : Saya Mau Fasilitasi Dialog Suporter

Gubernur DIY , Sri Sultan Hamengku Buwono X mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya seorang suporter PSS Sleman, Tri Fajar Firmansyah yang diduga

TRIBUNJOGJA.COM / Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY , Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY , Sri Sultan Hamengku Buwono X mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya seorang suporter PSS Sleman, Tri Fajar Firmansyah yang diduga mengalami pengeroyokan saat kerusuhan yang terjadi pada 25 Juli 2022 lalu.

Raja Keraton Yogyakarta ini kemudian berharap agar pertikaian yang melibatkan suporter sepakbola tidak kembali terjadi.

"Saya turut prihatin dan belasungkawa atas kejadian itu. Saya hanya punya harapan suasana rukun guyub antar suporter bisa dilakukan," terang Sri Sultan Hamengku Buwono X saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (4/8/2022).

Baca juga: Kedaulatan Pangan dalam Perubahan Geopolitik Dunia

Lebih lanjut, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku bersedia menyediakan ruang dialog antar suporter sepakbola untuk menjaga kedamaian dan mempererat solidaritas. 

"Saya mau memfasilitasi dialog suporter ini, pendekatannya gimana yang penting kompak lah untuk jadi bagian dari DIY. Olahraga mestinya membangun solidaritas bersama bukan tindakan yang tidak manusiawi dan melanggar hukum," terang Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menyayangkan berbagai tindak kekerasan yang terus berulang di wilayahnya. 

Bahkan dalam rentetan peristiwa yang terjadi belakangan ini, terdapat sejumlah oknum suporter yang melakukan tindak pidana sehingga harus berurusan dengan hukum.

Baca juga: RAMALAN KEUANGAN Zodiak Lengkap Besok Jumat 5 Agustus 2022, Scorpio Banjir Cuan, Leo Hadapi Paceklik

suporter sepakbola pun diharapkan memiliki kesadaran untuk menjaga solidaritas agar kejadian serupa tak terulang.

"Bagaimanapun masyarakat Yogya masyarakat kita bersama. Jangan terjadi tindakan-tindakan yang akhirnya punya konsekuensi pidana. Kalau sorak-sorak biasa itu tapi jangan kebablasan," jelas Sri Sultan Hamengku Buwono X . (tro)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved