Berita Bantul Hari Ini
Pameran Seni Rupa Yogya Annual Art#7 Resmi Dibuka
Beberapa pelaku seniman di Yogyakarta, hadir menyuguhkan karyanya dalam Pameran Seni Rupa Yogya Annual Art#7, bertajuk Flow, di Sangkring Art Space
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Kurniatul Hidayah
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki, hadir dalam dan membuka secara langsung dengan melakukan pemukulan gong dalam Pembukaan Pameran Seni Rupa Yogya Annual Art#7.
Pihaknya pun mengaitkan, agenda tersebut dengan pemerintahan, di mana Pameran Seni Rupa Yogya Annual Art#7 menjadi satu di antara bagian ekonomi kreatif.
"Negera-negara maju mungkin memiliki teknologi dan ilmu pengetahuan, sebenarnya kita punya DNA seni dan Budaya yang luar biasa. Kalau saya lihat, angkanya cukup besar di ekonomi kreatif pertumbuhannya hampir sama dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Pasca Covid kita sudah kembali ke lima persen," paparnya.
Jadi, angka pertumbuhan ekonomi kreatif pada 2022 kini menyentuh 5,06 persen.
Sebab, ekonomi kreatif mampu berperan penting untuk mendukung target ekonomi digital.
Baca juga: Ajang Unjuk Bakat Siswa, SMK-SMTI Yogyakarta Sukses Gelar Chemicfest #6
"Seniman saat ini sudah masuk ekonomi digital. Masuk era NFT. Bagi Indonesia Tahun 2030 nilai digital kita itu Rp 5.400 triliun terbesar di Asia Tenggara," tambahnya.
Selain itu, sumbangan dari penggiat seniman sangat besar terhadap PDB mencapai 7,24 persen.
Apabila ditotalkan, proyeksi PDB dari ekonomi kreatif dapat menyentuh 1.274 triliun.
Maka dari itu, pihaknya turut menyinggung mengenai trikel efek ekonomi teori, di mana orang-orang kaya yang membeli karya lukisan di Indonesia turut berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Karena, itu nanti akan berkembang para seniman dengan komunitasnya," tutupnya. (Nei)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Suasana-pembukaan-Pameran-Seni-Rupa-Yogya-Annual-Art7-di-Sangkring-Art-Selasa-572022.jpg)