Berita Bantul Hari Ini

Pameran Seni Rupa Yogya Annual Art#7 Resmi Dibuka

Beberapa pelaku seniman di Yogyakarta, hadir menyuguhkan karyanya dalam Pameran Seni Rupa Yogya Annual Art#7, bertajuk Flow, di Sangkring Art Space

Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Rukmana
Suasana pembukaan Pameran Seni Rupa Yogya Annual Art#7, di Sangkring Art, Selasa (5/7/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Beberapa pelaku seniman di Yogyakarta, hadir menyuguhkan karyanya dalam Pameran Seni Rupa Yogya Annual Art#7, bertajuk Flow, di Sangkring Art Space, tepat di Jalan Nitiprayan Nomor 88, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (5/7/2022).

Flow sendiri, mewakili proses-proses dinamis, yang niscaya berubah, serta mengalir namun tidak terbawa arus. 

"Tiada yang tetap, bahkan pendemi sekalipun," kata Penulis Pameran, Kris Budiman, di Sangkring Art.

Maka dari itu, kereativitas dapat digambarkan sebagai flow, serupa air yang mengalir.

Sementara itu, Penulis Pameran lainnya, Arya Sucitra turut menyampaikan mengenai konsep Flow yang penuh dengan tantangan.

Baca juga: Pemkab Sleman Cari Landasan Hukum untuk Bantu Perbaiki Ruko yang Rusak di Babarsari 

"Senior-senior saya mengatakan, saya ingat betul bahwa lawan-lawan saya di dalam seni rupa ini bukan orang lain dan bukan orang bali. Melainkan diri kami yaitu orang SDI sendiri," ujarnya.

Oleh sebab itu, karya yang ditampilkan harus berbeda, unik, dan khas, sesuai dengan konsep masing-masing.

Tentunya, melalui karya yang ditampilkan bukan menjadi nilai saing dalam berkarya, melainkan bagaimana Seni Rupa Bali yang ada di Yogya bisa berhasil di tampilkan.

Pameran Seni Rupa Yogya Annual Art#7 pun, dapat di akses oleh wisatawan pada 5 Juli - 5 September 2022, dengan harga tiket masuk Rp30.000 per orang.

Kendati demikian, Pemilik Galeri Sangkring Art, Putu Sutawijaya, turut memaparkan penjelasan tanggapan para pelaku seniman di DIY.

"Ketika setiap program mengundang seniman, seniman-seniman di Yogya semua merespon dengan baik dan selalu cepat tanggap. Peluang ini tidak ada, kalau tidak ada para seniman yang me-support-nya," jelasnya.

Artinya, hal-hal itu menjadi saling berhubungan, ketergantungan, hingga membutuhkan.

Pasalnya, seni rupa menjadi hal yang unik di Yogyakarta dengan segala komunitasnya, maka dari itu dapat menjadi semangat untuk pelaku seniman saat tersebut.

Ia pun berharap, kini para pelaku seniman dapat bangkit kembali pada saat pasca pandemi Covid-19.

"Apapun yang kemarin di lewati, justru menunjukkan siapa yang mampu bertahan ke depan," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved