Danudjaditya Rilis Album Debut "Distopia"

Setelah merilis empat single ke platform dengar digital selama satu tahun terakhir, Danudjaditya melempar album penuh berjudul "Distopia".

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Soloist rock, Danudjaditya. 

TRIBUNJOGJA.COM - TAK banyak solois yang berani mengusung musik rock lalu melempar album penuh.

Danudjaditya satu di antara musisi yang sedikit itu dalam realita kontemporer.

Di tengah keberanian itu Danudjaditya juga berupaya keras menjadi dirinya sendiri dengan tidak mengekor banyak solois rock terdahulu macam Andy Liani, Hengky Supit, Mel Shandy, maupun Ikang Fauzi.

"Banyak yang menyarankan untuk ambil jalur pop seperti Tulus atau Pamungkas. Jujur, saya nggak bisa karena dari dulu memang sudah dekat sama musik rock. Saya mau bikin karya yang sesuai dengan hati dan kemampuan saya, jadilah proyek ini," kata Danudjaditya .

Setelah merilis empat single ke platform dengar digital selama satu tahun terakhir, Danudjaditya melempar album penuh berjudul "Distopia" Mei mendatang.

Baca juga: Mawlana Jawi Luncurkan Mini Album Pop Religi

Album itu juga akan dirilis dalam bentuk fisik berkolaborasi dengan perupa muda Yogyakarta, Muhammad Harris Syahpuja Putra.

Album penuh berisi sembilan track itu memuat kedegilan, ketamakan, dan produksi kuasa lewat nilai-nilai yang menyebar lalu membeku di kepala tiap orang.

"Fiksi itu saya kasih nama 'Distopia'. Ada tokoh, alur cerita, konflik, dan sekian tragedi yang lahir dari nilai-nilai bengis yang sering berubah bentuk itu," beber Danudjaditya.

Dijelaskannya, "Distopia" adalah fiksi yang mekar dalam kepala.

Cerita itu ia gelantarkan ke tempat bernama Nusantara.

Negeri yang disegani, kuat, kaya raya, serta makmur itu direbut paksa panglima perang bernama Utharos.

Dia rujukan imajinatif tentang sebenar-benarnya sifat celaka dan pengkhianat.

Ia menusuk rajanya sendiri.

Memakai cara-cara purba, menunggangi kekuatan militer dan gerombolan muda lalu mengarahkan moncong senjata ke istana serupa Brutus dan Gaiaus bersama 60 senat yang menikam Caesar.

Tidak ada yang tersisa. Istana hancur lebur.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved