Danudjaditya Rilis Album Debut "Distopia"

Setelah merilis empat single ke platform dengar digital selama satu tahun terakhir, Danudjaditya melempar album penuh berjudul "Distopia".

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Soloist rock, Danudjaditya. 

Sayang waktu tidak pernah memberi kepastian, laiknya Ratu Adil dalam ramalan Jayabaya yang sosoknya entah.

Besarnya pengaruh dan peran Uthärös inilah yang dipaparkan ulang Danudjaditya.

"Ada sembilan perkara dalam album ini. Tiap track menceritakan berbagai macam tragedi di Nuransäthä. Suara gitar yang menggemuruh di sepanjang album ini hingga hentakan drum yang menggelegar mengisyaratkan bahwa keadaan di Nuransäthä sudah sangat genting dan sudah saatnya ditinggalkan," sambung Danudjaditya .

Proses rekaman, mixing, sampai mastering ia kerjakan sendiri di kamar yang ia sulap menjadi studio.

Proses rekamannya unik, take menggunakan handphone yang ditaruh dalam kotak kecil dilengkapi gabus di dinding-dindingnya lalu ditodong ke pengeras suara.

Ia juga merekam ulang empat single yang dirilis ke platform digital sehingga terdengar jauh berbeda.

Sedangkan artwork yang digarap Haris merupakan respon atas fiksi yang ditaruh Danudjaditya ke dalam album.

Harris bercerita, kehancuran sekaligus kesuraman Nuransäthä dalam kepala Danudjaditya ditampilkan dengan warna merah menyerupai darah yang menjadi saren.

Baca juga: The Ring Luncurkan Album Perdana Bertajuk Imaginator

Mereka juga menaruh figur seseorang yang menutup wajah dan tubuh dengan kain dari kepala hingga kaki dalam artwork. Figur itu Harris pilih menjadi cover depan album ini.

"Figur tersebut interpretasi dari rakyat Nuransäthä yang sedang diterpa keadaan serba sulit serta menutup diri dari orang lain akibat tidak adanya kepercayaan satu sama lain," papar Harris.

Sementara di bagian cover belakang masih menampilkan sosok seseorang berjubah yang sedang menatap matahari.

Matahari di sana simbol harapan rakyat Nuransäthä.

Di bagian lirik digambarkan keadaan  Nuransäthä yang dihantam amukan alam.

Kepingan CD album "Distopia" menampilkan permukaan matahari dari jarak yang dekat seolah pendengar yang memegang dan memutar CD tersebut menatap matahari dan ikut berdoa bersama rakyat Nuransäthä.

"Saat  kepingan CD diangkat dari case terdapat matahari yang tampak lebih jauh serta terdapat teks mengenai secuil keadaan Nuransäthä," pungkas Harris. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved