Danudjaditya Rilis Album Debut "Distopia"

Setelah merilis empat single ke platform dengar digital selama satu tahun terakhir, Danudjaditya melempar album penuh berjudul "Distopia".

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Soloist rock, Danudjaditya. 

Mayat tak berkepala menyesaki parit, sungai, dan pantai-pantai Nusantara.

Sementara raja Nusantara dikurung di kandang babi lalu dibiarkan mati.

Uthärös duduk nyaman di singgasana lalu mengubah wajah Nusantara.

Nama negeri itu diubahnya menjadi Nuransäthä.

Utharos memproduksi nilai-nilai baru lalu menyelinapkannya ke banyak medium. Film, buku, seni, hukum, agama, tinggal pilih.

Puluhan tahun minum darah, rezim Uthärös mengalami pemberontakkan. Dia dilengserkan dari singgasana Nuransäthä.

Para pemberontak girang menjatuhkan tiran.

Fragmen ringkas masa silam tentang kebebasan datang di tengah-tengah euforia.

Namun, mereka salah besar.

Nilai-nilai Uthärös telanjur membeku di pembuluh darah orang-orang sehingga para pemberontak malah menjadi tiran baru.

Timah panas dicecar ke rakyatnya sendiri hingga merampas kehidupan banyak orang.

Kehidupan jadi bengis.

Nilai-nilai Uthärös menemukan bentuk terbaiknya di rezim baru.

Namun di tengah gelap selalu ada cahaya, seremang apapun itu.

Begitu pula rakyat yang menemukan cahaya pada legenda negeri tersebut: akan ada seorang dari mereka yang akan membawa Nuransäthä kembali menuju kejayaannya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved