Berita Klaten Hari Ini
Pemkab Klaten Siapkan 5 Armada Bus Mudik Gratis Bagi Perantau di Jakarta
Perantau asal Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang merantau di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan sekitarnya bisa bernafas lega pada lebaran
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Perantau asal Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang merantau di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan sekitarnya bisa bernafas lega pada lebaran Idulfitri 2022 ini.
Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyiapkan 5 bus untuk memfasilitasi perantau asal Klaten untuk mudik ke kampung halamannya saat lebaran nanti.
Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan jika pihaknya menyiapkan bus mudik gratis karena mendapatkan permintaan dari perantau Klaten di Jakarta .
Baca juga: Pemkab Gunungkidul Mulai Buka Posko Pengaduan THR
"Saya dihubungi oleh paguyuban perantau warga Klaten dan menanyakan bus gratis buat mudik. InsyaAllah kami menyiapkan 5 bus, itu berangkat H-4 atau H-3 dari Klaten ya," ujarnya saat TribunJogja.com temui di Pemkab Klaten, Senin (18/4/2022).
Menurut Mulyani, secara umum pihaknya belum mengetahui perkiraan berapa banyak jumlah pemudik yang bakal pulang kampung ke daerah yang ia pimpin pada lebaran tahun ini.
"Saya belum tahu perkiraannya, ini kan masih 15 hari lagi menuju lebaran. Namun mudik ini kan bukan sesuatu hal yang baru ya," jelasnya.
Mudik lebaran, lanjut Mulyani adalah sarana bagi para perantau untuk menjaga tali silaturahmi dengan saudara yang berada di kampung halaman.
Baca juga: Manajemen PSS Sleman Temui CEO Persekat Tegal Selesaikan Kisruh Kontrak Riki Dwi Saputro
"Intinya, mudik ini bukan hal baru sudah jadi tradisi kita, umat muslim atau orang Jawa bilang itu cara silaturahmi. Kami dan Polres dan Dishub sudah siapkan skenario," jelasnya.
Ia pun memastikan, jika nantinya pihaknya bakal melakukan pendataan bagi pemudik yang datang ke daerahnya, baik itu terkait vaksin hingga dari mana asalnya.
"Ini kan sudah dua tahun nggak ada mudik, tahun ini bisa dan tetap butuh skenario seperti daerah harus capai booster 30 persen," jelasnya. (Mur)