96 Geng Tumbuh dari Balik Tembok-tembok Sekolah di Yogyakarta

Kasus kekerasan yang melibatkan pelajar di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang bukan kasus

Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Iwan Al Khasni
Grafis Tribun Jogja/Suluh Pamungkas
Data Satpol PP Yogyakarta ada 96 geng pelajar yang tersebar di sejumlah sekolah baik tingkat SMP maupun SMA yang ada di DIY. 

"Waktu itu kami menyerang salah satu SMA. Nah, saya penyerang ambil batu di tas teman saya. Itu buku yang ada di tas ikut terlempar," jelasnya.

Di dalam buku itu tertera lengkap nama, nomor induk siswa, alamat dan asal sekolah.

Buku itu menjadi petunjuk aparat kepolisian untuk meringkus para remaja yang terlibat aksi kriminalitas saat itu.

"Esok harinya saya ke warung, teman saya sudah duduk sama polisi. Mungkin intel, terus saya tanya itu siapa? Dia jawab omnya. Setelah itu yasudah kami semua ditangkap. Ada 19 orang, yang satu kabur ke semarang waktu itu," ungkapnya.

Kini R telah mengakui apa yang dilakukannya sangatlah sia-sia dan merugikan banyak orang.

Diusianya yang menginjak 23 tahun, R mulai menata hidupnya kembali dengan bekerja sebagai security di Samsat Polres Sleman.

"Apa yang saya lakukan memang salah. Sekarang saya telah menyesal, dan saat ini saya sudah bekerja sebagai security di Samsat Polres Sleman," ujarnya.

Butuh waktu yang tidak singkat untuk menemui titik terendah dalam hidupnya sehingga ia menyesali semua perbuatannya dimasa silam.

Dia sempat menitikkan air mata kala berjumpa dengan seorang korban yang pernah ia celakai.

"Pernah itu, saya sampai keluar air mata. Soalnya orang yang pernah tak kenai (lukai) itu masih tetap nyapa saya. Sejak itu ya sudah saya ketemu titik terendah saya," tutupnya. ( Tribunjogja.com | Hda )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved