96 Geng Tumbuh dari Balik Tembok-tembok Sekolah di Yogyakarta
Kasus kekerasan yang melibatkan pelajar di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang bukan kasus
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Iwan Al Khasni
Dijelaskan R bahwa era 2017-2018 para anggota geng pelajar yang membersamainya ketika hendak beraksi justru tidak dengan minuman keras.
Mereka justru berkumpul dan berdoa, supaya seluruh anggota dapat selamat saat tawuran itu digelar.
"Istilahnya berangkat sehat, pulang juga sehat. Jadi justru gak pakai miras-mirsan, malah kami berdoa dulu. Lucu kan, padahal itu hal negatif," kenangnya.
Jika ada anggota yang kedapatan menenggak miras maupun obat-obatan sebelum berangkat tawuran, mereka akan ditegur dan dipersilakan pulang.
Selain itu, hanya yang benar-benar berani lah nantinya yang akan menjadi gladiator alias penyerang.
"Kalau yang enggak berani dia jadi joki. Tapi sebenarnya kunci dari geng pelajar itu jokinya. Seorang joki harus fokus," ucapnya.
Misalnya, saat mereka tawuran di ring road barat, para joki harus fokus menunggu dan mengamati jalannya tawuran.
"Dia gak boleh ninggalin temannya sebagai penyerang," ungkapnya.
Pada era-era itu, R menyampaikan tempat rawan penganiayaan maupun aksi tawuran geng pelajar seringkali terjadi di Jalan Jogja-Solo atau tepatnya di sekitaran fly over Janti.
"Jalu Gaza" lainnya yang kerap kali menjadi langganan adu kekuatan para muda-mudi itu yakni di ruas jalan ring road barat.
Untuk membuat janji sebuah perkelahian antar geng, masing-masing sudah saling berkirim pesan via media sosial.
Tak dapat dipungkiri, para alumni lah yang mewarisi budaya kekerasan antar geng pelajar di Yogyakarta.
"Itu dulu turun temurun. Jadi warisan dari kakak kelas. Jadi ini loh kalau mau "main" musuh kita tuh SMA a, b, c dan lainnya," papar dia.
Sebagai anggota geng, R pernah sekali berurusan dengan pihak kepolisian.
Polsek Depok, Kabupaten Sleman kala itu meringkus 18 remaja terlibat kejahatan jalanan, temasuk R ada di antara mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/96-Geng-Tumbuh-DiBalik-Tembok-tombok-Sekolah-Daerah-Istimewa-Yogyakarta.jpg)