Babak Belur Gara-gara Ikutan Perang Sarung, Pamit Tarawih Malah Perang
Klitih identik dengan aksi kejahatan jalanan yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam beberapa tahun terakhir
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com Yogyakarta - Klitih identik dengan aksi kejahatan jalanan yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam beberapa tahun terakhir.
Namun kini muncul lagi istilah baru untuk tawuran antar kelompok atau genk di Yogyakarta .
Perang Sarung, berbeda dengan Klitih yang dilakukan secara acak kepada calon korbannya, Perang Sarung adalah tawuran antar kelompok setelah keduanya saling
tantang di media komunikasi tertentu.
Kenapa disebut Perang Sarung, ya, alat utama sebagai senjata adalah Sarung, namun sarung bukan sembarang sarung.
Sarung pada Perang Sarung ini diisi dengan benda-benda keras tertentu.
Berikut adalah tiga Kasus Perang Sarung yang terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam beberapa hari terakhir :
1. Babak Belur Saat Perang Sarung
Polres Bantul telah mengamankan dua kelompok remaja yang terlibat tawuran di mana salah satu kelompok berjumlah 20 orang, kelompok lainnya sembilan orang.
Salah satu dari sembilan orang tersebut, mengalami luka-luka dan masih dilakukan di rumah sakit.
Kapolres Bantul AKBP Ihsan memaparkan dalam tawuran tersebut melibatkan dua kelompok remaja yang rata-rata masih berstatus pelajar dari SMP, SMA dan SMK.
"Ini tawuran antar kedua kelompok yang saling kenal. Mereka saling menantang di medsos melalui aplikasi WA untuk melakukan tawuran sarung. Kemudian keduakelompok sepakat, disepakati tempatnya, yakni di tkp, termasuk jamnya," ujar Kapolres dalam konferensi pers, Selasa (5/4/2022).
Setelah ada kesepakatan, dua kelompok itupun datang ke TKP. Ternyata tawuran tersebut berat sebelah karena salah satu kelompok kalah jumlah.
"Karena kalah jumlah, mereka kabur dan ada satu orang yang menabrak kendaran salah satu pelaku dan terjatuh. Yang jatuh itu sempat dianiaya oleh rombongan
pelaku yang berjumlah 20 orang," ungkapnya.
Adapun korban yang dianiaya berinisial FT (18) seorang pelajar asal Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul.
Ihsan menyatakan bahwa petugas kepolisian langsung datang ke lokasi kejadian begitu mendapat informasi tawuran tersebut. Namun sampai di sana, para pelaku
sudah kabur melarikan diri.
Pihaknya pun melakukan penyelidikan dan begitu mengantongi identitas para pelaku berdasarkan keterangan saksi, polisi pun mengamankan 20 orang pelaku
termasuk rombongan dari korban pada Selasa (5/4/2022) pagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Babak-Belur-Gara-gara-Ikutan-Perang-Sarung-Pamit-Tarawih-Malah-Perang.jpg)