Pilpres 2024

Elektabilitas Masih di Bawah, Partai Golkar Tegaskan Tetap Usung Airlangga Hartarto di Pilpres 2024

Partai lain yang ingin berkoalisi dengan Partai Golkar pun diwajibkan untuk bisa menerima syarat mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
partaigolkar.com
Airlangga Hartarto 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, pasal 222 menetapkan partai yang dapat mengajukan capres-cawapres harus mendapatkan 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional di pemilihan legislatif sebelumnya.

Berdasarkan aturan tersebut, hanya Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang dapat mengajukan calon tanpa harus melakukan koalisi dengan partai lain.

Sementara partai lainnya dipastikan harus berkoalisi untuk mengajukan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2024 mendatang.

Partai-partai yang harus berkoalisi untuk dapat mengajukan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2024 mendatang pun sudah mulai mencari partner agar bisa ikut konstelasi politik tersebut.

Salah satunya Partai Golkar.

Partai Golkar sendiri sudah memutuskan untuk mengusung Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Meski tidak bisa mengusung sendiri dan harus berkoalisi, Partai Golkar memastikan akan tetap mengusung ketumnya di Pilpres mendatang.

Partai lain yang ingin berkoalisi dengan Partai Golkar pun diwajibkan untuk bisa menerima syarat mengusung Airlangga Hartarto sebagai calon presiden.

Baca juga: Asosiasi Peternak Kambing se-DIY Dukung Cak Imin Maju Pilpres 2024 

Baca juga: Ditanya soal Peluang Duet dengan Cak Imin di Pilpres 2024, Prabowo : Aku Aja Belum Tentu Maju

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Paulus.

Lodewijk pun menekankan, Golkar siap berkoalisi dengan partai manapun dengan syarat bisa menerima Airlangga sebagai calon presiden.

"Ya, kita capres, karena itu amanat Munas (Musyawarah Nasional). Kita enggak bisa itu, itu amanat Munas. Kita di DPR ini pemegang kursi nomor dua terbanyak," kata Lodewijk di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (8/2/2022), dikutip dari Kompas.tv.

Wakil ketua DPR tersebut mengatakan, partainya cukup menggandeng satu partai politik lagi untuk dapat mengusung Airlangga menjadi calon presiden.

Namun, Lodewijk mengakui, Golkar hingga kini belum menjajaki koalisi lebih lanjut dengan partai-partai politik lainnya.

Karena, menurut dia, setiap partai masih fokus pada upaya meningkatkan elektoral.

"Kita lihat saja bagaimana, ya pasti nanti kalau sudah gitu ada lah deal-deal antara parpol untuk bagaimana membentuk koalisi yang bagus. Jadi kita tunggu saja, enam bulan ke depan mungkin itu udah keliatan proses kristalisasinya untuk menjadi suatu policy (kebijakan)," ujar dia.

Kendati demikian, berbagai hasil survei menunjukkan, elektabilitas Airlangga masih belum menggembirakan.

Salah satunya, berdasarkan survei yang diselenggarakan Politika Research & Consulting bersama Parameter Politik Indonesia, Airlangga tercatat hanya memiliki elektabilitas 0,6 persen pada simulasi 32 nama calon presiden.

Elektabilitas Airlangga jauh tertinggal dibanding nama-nama yang ada di papan atas seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (23,1 persen), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (21,6 persen), dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (11,4 persen). (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved