Gunung Api Purba Godean
Melihat Langsung Fenomena Batuan yang Mengulit Bawang di Gunung Purba Godean
Secara geologi dari berbagai literatur yang diperoleh Tribunjogja.com, kemunculan batuan mengulit bawang itu lumrah di bumi.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Nah, pelapukan mengulit bawang ini termasuk pelapukan mekanis atau pelapukan fisis.
Pelapukan ini disebabkan pemuaian, pembekuan air, perubahan suhu tiba-tiba, atau perbedaan suhu yang sangat besar antara siang dan malam.
Pelapukan mengulit bawang ini terjadi karena adanya perubahan suhu dari panas menjadi dingin, sehingga menyebabkan retak-retak.
Retakan ini terjadi secara radial. Jika proses ini terjadi terus menerus, maka batuan ini menjadi terkelupas, sehingga pelapukan ini sering di sebut pelapukan mengulit bawang.
Proses Pelapukan Batuan

Pengelupasan mengulit bawang sekali lagi sering disebut spheroihedral weathering. Jika proses pengelupasan itu berjalan terus, batuan yang terlapuk akan berbentuk seperti bola.
Makanya, pelapukan ini juga disebut pelapukan membola, karena batuan yang terlapuk akan berbentuk seperti bola.
Regolith Produk Pelapukan
Dalam konteks lain, pelapukan batuan secara fisik dan kimiawi, terutama yang berada dalam lingkungan atmosfer menghasilkan pecahan batuan yang dinamakan regolith.
Untuk itu, derajat pelapukan terukur dari profil tubuh tanah yang berkembang secara bertahap dari bawah ke atas yang berupa lapisan-lapisan sub horizontal dan mempunyai sifat fisik dan kimia yang berbeda.
Sifat yang berbeda ini dipengaruhi beberapa faktor seperti iklim, komposisi batuan dasar, topografi, vegetasi dan organisme serta waktu.
Proses pelapukannya sendiri terbagi atas dua, yaitu tiga perempatnya pelapukan mekanis (mechanical weathering).
Faktor -faktor yang mempengaruhi proses antara lain perkembangan rekahan (sheeting joints) yang berpengaruh pada tekanan batuan.
Pertumbuhan kristal garam yang mengisi celah/rongga, tekanan es (frost wedging), pengaruh perbedaan suhu, serta pengaruh tumbuhan.

Untuk pelapukan batuan pada singkapan atau bongkah, terlihat adanya lapisan tipis seperti kulit atau cangkang di permukaannya yang terlepas dari tubuh batuan tersebut.
Proses ini dinamakan eksfoliasi. Eksfoliasi disebabkan differensial stress dalam batuan, terutama pelapukan kimia.
Misalnya feldspar yang lapuk menjadi mineral lempung. Di bawah permukaan tanah pelapukan kimia seringkali membuat hasil lapukannya melingkari batuan yang segar (belum lapuk).
Air yang bergerak pada seluruh sisi permukaan batuan segar menjadikan batuan segarnya makin kecil dan membulat, dilingkari pelapukannya.
Gejala ini dinamakan pelapukan mengulit bawang (spheroidal weathering), dan hanya terjadi di batuan purba. (TRIBUNJOGJA.COM/XNA)