Gunung Api Purba Godean
Melihat Langsung Fenomena Batuan yang Mengulit Bawang di Gunung Purba Godean
Secara geologi dari berbagai literatur yang diperoleh Tribunjogja.com, kemunculan batuan mengulit bawang itu lumrah di bumi.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Dalam geologi, perubahan di alam ini dinamakan proses pelapukan (weathering). Jadi pelapukan diartikan sebagai perubahan mineral akibat cuaca.
Batuan di alam terbuka, praktis semakin lama semakin mengecil, bukan semakin membesar. Hal ini terjadi karena adanya pelapukan pada batuan tersebut.
Pengertian lebih lengkap tentang pelapukan, weathering merupakan proses perusakan batuan pada kulit bumi karena pengaruh cuaca, antara lain suhu, curah hujan, kelembapan, atau angin.
Tiga Macam Pelapukan Batuan

Secara teoritis, pelapukan dibagi tiga macam, yaitu pelapukan mekanis, kimiawi, dan biologis.
Batuan, baik batuan beku, sedimen, maupun metamorf yang tersingkap di permukaan bersentuhan dengan atmosfer, hidrosfer, dan biosfer akan mengalami proses pelapukan.
Batuan akan berubah secara fisik dan atau kimiawi. Batuan beku yang mulanya berwarna hitam atau abu, warnanya berubah menjadi kuning kecoklatan pada bagian luarnya, karena pengaruh cuaca.
Akibat proses cuaca dan waktu, perubahan dari batuan yang keras melapuk menjadi batuan halus (tanah) dalam waktu yang amat lama.
Beberapa penelitian menyimpulkan, selama dua ribu tahun baru terjadi pelapukan setebal satu inci.
Mengingat umur bumi sudah tiga ribu juta tahun itulah tanah hasil pelapukannya cukup tebal di beberapa tempat.
Namun di tempat lainnya pelapukannya tak terlihat, karena hasil pelapukan yang tipis itu segera berpindah ke tempat lain.
Hasil dari pelapukan tersebut adalah tanah, Tanah adalah hasil terakhir pelapukan batuan yang terkena kekuatan alam, seperti misalnya air mengalir, gelombang, gletser dan angin.
Tanah terdiri dari pasir dan tanah liat. Aslinya berupa batuan yang telah terpecah-pecah menjadi kepingan sangat kecil, mulai kerikil dan pasir sampai butir-butir koloid yang halus dan kasat mata.
Tanah juga mengandung bahan-bahan hewani dan nabati, baik yang hidup dan yang lapuk, misalnya akar-akaran, bakteri, jamur, cacing dan serangga.
Daratan yang dihuni manusia, terdiri pasir dan tanah. Baik pasir maupun tanah asalnya dari batuan.
Tidak peduli betapa keras dan tahannya, batuan itu akhirnya pecah dan hancur menjadi butiran pasir kecil.