Pandemi Bukan Halangan, Karya Seni dari 7 Negara Dipamerkan Virtual dan Luring di ISI Yogyakarta 

Pandemi tidak menyurutkan semangat para seniman berkarya. Hal itu dibuktikan dengan adanya pameran internasional yang diselenggarakan

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Pengunjung menyaksikan karya seni rupa dalam pameran internasional bertema "Survivabilities and The Art" yang diselenggarakan di Gedung Ajiyasa Lantai 2, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, Jumat (26/11/2021) 

Bahkan, ada karya patung  Virus Corona bertema Bloody Coronavirus. 

Baca juga: Polda DIY dan Anloc Jalin Sinergi, Bagikan Ratusan Sembako untuk Kusir Andong Wisata 

Karya patung yang terbuat dari batu andesit dan fiber tersebut milik Dwita Anja Asmara.

Dosen Jurusan Kriya ISI Yogyakarta itu membuatnya selama tiga bulan.

Dwita mengatakan, karyanya tersebut mengandung pesan bahwa Covid-19 telah membunuh banyak orang dan perlu kewaspadaan.

"Ini simbol darah yang meleleh. Saya memparodikan kasus blodi mary di Inggris. Seolah-olah itu hal yang membunuh. Ini simbol darah untuk keadaan Corona," kata dia. 

Dwita mengaku sangat senang bisa berkontribusi dalam pameran internasional ini. Sebab selama pandemi Covid-19, dirinya baru dua kali ini bisa mengikuti pameran secara langsung.

Ia juga senang, karena bisa menyaksikan karya-karya dari luar negeri melalui virtual. Adanya pameran ini, Ia berharap seniman tetap semangat untuk berkarya. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved