Breaking News:

Berita Kriminal Hari Ini

Bawa Sajam Hendak Tawuran, 2 Pelajar SMP Asal Kulon Progo Ditangkap Polisi

Keduanya ditangkap warga dan diserahkan ke pihak berwajib, karena kedapatan membawa senjata tajam, saat hendak tawuran di seputar ring road selatan. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dua orang pelajar SMP asal Kulon Progo berinisial ZWD (16) dan IWB (16) warga Gamping, Sleman diamankan di Kepolisian Sektor Godean.

Keduanya ditangkap warga dan diserahkan ke pihak berwajib, karena kedapatan membawa senjata tajam, saat hendak tawuran di seputar ring road selatan. 

Kanit Reskrim Polsek Godean Iptu Bowo Susilo menceritakan, kronologi kejadian bermula, ketika kelompok remaja berjumlah sekira 16 orang hendak tawuran di ring road selatan seputaran kampus UMY, pada Selasa (23/11/2021) dini hari.

Namun, kelompok lain, yang menjadi lawan tawuran itu tidak datang.

Baca juga: Polres Bantul Kumpulkan Kepala Sekolah untuk Antisipasi Tawuran Pelajar

Akhirnya, kelompok tersebut muter-muter, sambil menenteng senjata tajam melintas di Jalan Godean. 

"Di jalan Godean ini, ada masyarakat melihat kelompok ini membawa celurit sama pedang. Kemudian dikejar oleh warga. Dua orang berhasil diamankan. Lainnya lari," kata Bowo, Selasa. 

Dari dua orang yang berhasil diamankan itu, satu di antaranya, yaitu berinisial ZWD, kedapatan membawa senjata tajam berupa gir yang diikat dalam tali berwarna cokelat panjang.

Dua remaja tersebut, berikut satu sepeda motor Vario kemudian diserahkan ke Polsek Godean

"Kedua remaja ini diamankan di Polsek Godean. Masyarakat yang mengamankan juga sudah membawa laporan. Kaitannya karena dua remaja ini membawa senjata tajam," ujar dia. 

Kini, dua pelajar SMP tersebut masih dalam pemeriksaan.

Baca juga: Polisi Tangkap Empat Pelajar SMP yang Hendak Tawuran, Amankan Celurit dan Gergaji

Menurut Bowo, pihaknya masih melakukan pengembangan, karena dimungkinkan masih ada pelaku lainnya, dalam satu kelompok itu, yang membawa senjata tajam dan berhasil melarikan diri.

Termasuk dugaan mereka tergabung dalam geng tertentu, hingga kini masih pendalaman.

Ia memastikan, proses hukum terhadap pelaku terus berjalan.

Mereka disangka telah melanggar pasal 2 UU darurat tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. 

"Proses hukum terus berjalan terhadap pelaku. Penyidik tidak wajib melakukan diversi, karena ancaman di atas 7 tahun. Jadi kami lakukan proses hukum," tegas dia.( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved