Polres Bantul Kumpulkan Kepala Sekolah untuk Antisipasi Tawuran Pelajar
Polres Bantul menggelar pertemuan dengan sejumlah kepala sekolah SMA dan SMK serta komite sekolah di aula SMAN 1 Bantul, Kamis (11/11/2021).
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Polres Bantul menggelar pertemuan dengan sejumlah kepala sekolah SMA dan SMK serta komite sekolah di aula SMAN 1 Bantul, Kamis (11/11/2021).
Dalam pertemuan tersebut dibahas solusi untuk menghentikan terjadinya kembali tawuran antar pelajar di Bantul.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tawuran antar pelajar terjadi pada akhir September kemarin.
Tawuran itu menewaskan seorang pelajar dan ada korban luka juta.
Baca juga: DPRD Kota Yogyakarta Berikan Sejumlah Catatan Proyek Revitalisasi Pedestrian Jalan Sudirman
Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengungkapkan bahwa pertemuan hari itu merupakan upaya jajaran Polres Bantul untuk meningkatkan kemitraan dengan para kepala sekolah.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Bantul meminta saran dan masukan serta informasi dari pihak sekolah untuk mencegah terjadinya aksi tawuran pelajar di kemudian hari.
"Pertemuan ini juga untuk menyamakan visi dan misi dalam mencari solusi terbaik mencegah tawuran antara geng sekolah," ujarnya.
Kapolres menekankan bahwa pihaknya tidak melarang keberadaan geng sekolah selama melakukan kegiatan positif.
Namun apabila melakukan pelanggaran hukum maupun mengganggu ketertiban umum, maka pihaknya akan menindak tegas.
Ihsan berharap persoalan tawuran antar geng sekolah dapat diangkat ke forum yang lebih tinggi, seperti Focus Group Discussion (FGD).
Selain itu, ia juga berharap adanya peraturan daerah yang khusus menangani persoalan tersebut sehingga semua stakeholder dapat ikut berperan dalam mengatasi permasalahan geng sekolah.
Selain itu, salah satu upaya yang bisa dilakukan saat ini adalah meningkatkan jalinan komunikasi antara pihak sekolah dengan polsek jajaran.
"Tujuannya agar segala permasalahan menyangkut geng sekolahan dapat diantisipasi sejak dini di level bawah," tandasnya.
Sebelumnya Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW) Baharuddin Kamba mengatakan bahwa peran orangtua/wali murid sangat dominan untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan antar geng pelajar.
Baca juga: Pemda DIY Bahas Penetapan UMP 2022 Pekan Depan
Kemudian menurutnya, pihak sekolah, Disdikpora DIY, orangtua dan Komite Sekolah harus segera melakukan evaluasi secara total dan tuntas terhadap aksi kekerasan antar geng pelajar ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)