Bupati Sleman Minta 33 Lurah yang Baru Dilantik Fokus Tangani COVID-19 dan Stunting

Ia menyebut salah satu pekerjaan rumah bagi lurah terlantik saat ini adalah penanganan stunting. 

Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo melantik 33 lurah hasil pemilihan lurah serentak yang digelar pada 31 Oktober lalu.

Kepada seluruh lurah yang dilantik, Kustini berharap agar bisa menggandeng para kandidat yang bersaing di pemilihan untuk turut serta dalam pembangunan yang ada di wilayahnya.

Menurut Kustini, lurah yang baru saja dilantik harus segera beradaptasi dengan tugas barunya.

Sebab, tugas berat sudah menanti para lurah.

Ia menyebut salah satu pekerjaan rumah bagi lurah terlantik saat ini adalah penanganan stunting. 

"Untuk lurah yang baru mohon peran sertanya untuk penanganan stunting. Bisa melibatkan puskesmas, PKK, sekolah, karena ini berkaitan dengan generasi penerus,"katanya, Senin (15/11/2021).

Ia juga berharap lurah terlantik dapat membantu Pemerintah Kabupaten Sleman dalam penanganan COVID-19. Sebab saat ini pademi COVID-19 masih terjadi. 

"Ekonomi juga harus bergerak. Kalau di kalurahan punya potensi, harus diangkat sehingga ada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi. Masyrakat juga harus tetap diajak untuk taat prokes, jangan sampai terjadi klaster baru,"sambungnya.

Baca juga: Partisipasi Pilur Sleman Capai 80 Persen, Berikut Daftar Nama Petahana dan Wajah Baru Lurah Terpilih

Baca juga: BREAKING NEWS : Tebing Setinggi 50 Meter Longsor, Akses Jalan ke Wisata Kedung Pedhut Terputus

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Budiharjo menerangkan lurah terlantik harus segera membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan  (RPJMK).

Dalam RPJMK tersebut, ia meminta lurah agar mulai bergerak terutama dalam hal penanganan COVID-19 dan stunting.

"Seperti arahan Bupati tadi, lurah harus langsung melaksanakan tugas keweajibannya. Permasalahan yang menjadi catatan adalah pertama terkait dengan COVID-19, kemudian terkait dengan stunting. Karena sampai saat ini masih saudara kita yang pertumbuhannya dalam kategori stunting,"terangnya.

Ia menyebut pelaksanaan Pemilhan Lurah 2021 ini berjalan lancar. Kendati demikian ada evaluasi untuk perbaikan Pilur mendatang.

"Terkait dengan TPS keliling, kemarin untuk 10 TPS, tetapi karena kemarin antuasiasme dari masyrakat tinggi, sehingga nanti akan diperkecil lagi,"imbuhya. (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved