Partisipasi Pilur Sleman Capai 80 Persen, Berikut Daftar Nama Petahana dan Wajah Baru Lurah Terpilih

Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Sleman telah selesai. Tingkat partisipasi pemilih di pesta demokrasi tingkat Kalurahan itu cukup

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Sleman telah selesai. Tingkat partisipasi pemilih di pesta demokrasi tingkat Kalurahan itu cukup menggembirakan, mencapai 80 persen.

Jumlah ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, yang hanya sekitar 75 persen. 

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Kabupaten Sleman, Budiharjo mengatakan, tingkat partisipasi mengalami kenaikan 5 persen dibanding sebelumnya, karena dipengaruhi sejumlah faktor.

Di antaranya, banyak warga penasaran dengan pilur sistem e-voting. Kemudian, faktor kesadaran masyarakat untuk memilih juga semakin tinggi. 

"Jadi, partisipasinya tinggi, mencapai 80 persen. Ini meningkat dibanding sebelumnya, 75 persen," kata dia, Senin (1/11/2021). 

Tingkat partisipasi secara umum tinggi, namun ada sejumlah Kalurahan yang kehadiran pemilihnya cukup rendah. Yaitu, di Kalurahan Condongcatur dan Maguwoharjo.

Total Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Maguwoharjo ada 25.696 orang. Tingkat kehadiran hanya 14.016 orang atau 54.55 persen. Sementara di Condongcatur dari total DPT 30.375 orang yang hadir 19.074 orang atau 60,82 persen. 

Baca juga: Masih Muncul Penularan Covid-19 di Wilayahnya, Pemkot Yogyakarta Lakukan Upaya Pelacakan

Rendahnya tingkat partisipasi di dua Kalurahan tersebut, Budiharjo mengaku belum mengetahui sebabnya secara pasti.

Namun, untuk di Kalurahan Maguwoharjo, pihaknya menduga karena faktor kekecewaan sebagian masyarakat karena calon yang sempat dijagokan, yaitu H. Imindi Kasmiyanta, terganjal oleh putusan MK. 

"Jadi masyarakat masih sangat kuat dengan si petahana. Mungkin, masih merasa kecewa. Mungkin loh ya. Sang petahana tak akan meminta masyarakat tidak hadir, tidak. Tapi mungkin keterikatan masyarakat dengan si petahana masih kuat," bebernya. 

Sementara itu, Panewu Depok Subagya mengatakan, partisipasi masyarakat dalam ajang demokrasi pemilihan lurah (Pilur) di Maguwoharjo dan Condongcatur cukup rendah karena faktor perkotaan. Menurutnya, tingkat partisipasi warga perkotaan tidak setinggi pedesaan. 

"Tapi sejak 8 bulan lalu, kami sudah masif menyosialisasikan mengenai pelaksanaan Pilur ini kepada masyarakat," kata dia. 

Sebagaimana diketahui, dari 33 Kalurahan yang menggelar pemilihan Lurah (Pilur), 14 calon lurah petahana berhasil unggul dari para pesaingnya. Sementara 19 Kalurahan lainnya, dipimpin wajah baru. 

Lurah Terpilih di Pilur 2021 berdasarakn hitung cepat. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved