Antisipasi Gelombang Tiga Covid-19, Pemda DIY Berikan Bantuan Peralatan Kesehatan ke Warga

Ancaman gelombang ketiga pandemi Covid-19 masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian warga.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/Ardhike Indah
Podcast Jogja Mandali yang tayang di kanal YouTube Tribun Jogja Official menghadirkan tiga narasumber membicarakan BTT di Selasar Jogja Expo Centre (JEC), Kamis (4/11/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ancaman gelombang ketiga pandemi Covid-19 masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian warga.

Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mempersiapkan masyarakat dengan memberikan sejumlah bantuan alat kesehatan, termasuk tabung oksigen, hazmat, sepatu boots dan oksimeter melalui kalurahan masing-masing.

“Kita sama-sama tahu ya, Covid-19 ini sempat sulit dilalui. Maka, Komisi A DPRD DIY juga memikirkan bagaimana mitigasinya. Aspek pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi krusial di masa seperti ini,” ungkap Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto dalam Podcast Jogja Mandali.

Siniar tersebut disiarkan di kanal YouTube Tribun Jogja Official, Kamis (4/11/2021) dan berjudul ‘Penggunaan Belanja Tak Terduga (BTT) untuk Penanganan Covid-19 di Kelurahan’.

Diketahui, sejak Juli 2021, pembahasan tentang BTT mulai dibicarakan.

Kemudian, pada bulan September 2021, hasil koordinasi Komisi A DPRD DIY bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Paniradya Keistimewaan memastikan, BTT akan digelontorkan untuk 438 desa dan kalurahan.

“Alhamdulillahnya, Ngarsa Dalem memberikan prioritas dari penganggaran yang ada, seperti Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Dana Keistimewaan (Danais) untuk menanggulangi Covid-19,” terang Eko.

Dikatakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta tersebut, alokasi dana yang digelontorkan ke masyarakat senilai Rp 26,1 Miliar dengan rincian Rp 22,6 Miliar untuk 392 desa.

Meski begitu, hanya 391 desa saja yang teralokasi. Kemudian, sisanya senilai Rp 3,5 Miliar ditujukan untuk 46 kalurahan di DIY dengan detail 1 kalurahan di Kulonprogo dan 45 kalurahan di Kota Yogyakarta.

Ia mengatakan, dalam 10 hari ke depan, seluruh bantuan dari Pemda DIY ini bisa segera terdistribusi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Saya kira, ini manajemen yang bagus dan bisa jadi contoh penanganan Covid-19 berbasis kedaulatan ya. Namun, prosedurnya perlu diringkas sehingga waktu penyaluran tidak terlalu lama,” jelas Eko.

Dia menilai, apa yang dilakukan Pemda DIY ini cukup cepat, meski terkesan lambat lantaran masih saja membutuhkan waktu 3 bulan sampai bantuan benar-benar turun.

Baca juga: Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Polres Magelang Gencarkan Operasi Yustisi

Baca juga: Empat Hari Terakhir Ada 8 Warga Kulon Progo yang Terpapar Covid-19

Menurutnya, ke depan, pembahasan untuk membantu masyarakat harus sudah disesuaikan satu sama lain, sehingga tidak membutuhkan waktu lama hingga bantuan benar-benar turun ke rakyat.

“Ya ini cara kita untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga. Peralatan kesehatan ini kita sediakan betul agar masyarakat tidak kesulitan mencari oksimetri ketika ada yang berstatus positif. Begitu juga bagi yang mencari tabung oksigen untuk kedaruratan pertama,” tukasnya.

Sementara, Ketua Satpol PP DIY, Noviar Rahmad menjelaskan, di masa pandemi ini, Satpol PP DIY tidak hanya melakukan pembinaan terhadap Pembinaan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), tapi juga jaga warga di setiap kalurahan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved