Satpol PP DIY Tegur Pihak Restoran Mi di Kotabaru karena Antrean Pembeli yang Membludak
Sebuah restoran mi di Jalan Krasak Timur, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta didatangi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY bersama
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebuah restoran mi di Jalan Krasak Timur, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta didatangi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY bersama kepolisian setempat.
Pihak restoran diminta untuk menghentikan sementara order via aplikasi, sebab terjadi antrean yang padat para driver ojek online (Ojol) di restoran tersebut.
Kasatpol PP DIY Noviar Rahmad Mengatakan, kedatangan timnya tersebut untuk melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan (Prokes) di restoran maupun rumah makan, di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 DIY.
"Memang siang ini tim kami ada giat di Kotabaru, itu untuk pengawasan prokes, salah satunya ya ke restoran atau tempat makan," katanya, Rabu (3/11/2021).
Baca juga: Penerapan Ganjil Genap di Bantul Dinilai Efektif Mengurai Kerumunan Wisatawan
Noviar menjelaskan, giat yang dilakukan hanya sekadar mengingatkan untuk menjaga jarak bagi pengunjung di restoran, sebab saat ini fasilitas makan di tempat disediakan dengan kapasitas 50 persen.
"Hanya teguran saja untuk mematuhi prokes, jaga jarak dan harus memakai aplikasi PeduliLindungi. Kami belum bisa melakukan tindakan apapun, karena masih menunggu Perda penanganan Covid-19 yang belum turun," tegasnya.
Sementara Manager Restoran Mi di Kotabaru bernama Rutri, mengatakan pihaknya diminta oleh petugas untuk menghentikan pemesanan via aplikasi sementara waktu, agar antrean pemesanan tidak semakin padat.
Pihak manajemen pun kini harus buka-tutup pemesanan via aplikasi, atau membatasi pemesanan dari konsumen.
"Tadi kami hanya ditegur saja, ya intinya diminta membatasi pemesanan karena antrenya banyak. Akhirnya ya sekarang buka-tutup untuk pemesanan online," ungkapnya, saat ditemui di restoran.
Baca juga: Hujan Disertai Angin, Garasi Berbahan Bambu Milik Warga Ngawen Gunungkidul Ambruk
Dikatakan olehnya, pemesan via aplikasi terutama dari driver ojol nyaris menyentuh angka 100.
Pantauan di lapangan, para driver ojol masih banyak yang menanti orderannya siap antar.
"Ya yang masuk itu sudah ada 90 pemesan kayaknya. Jadinya ramai, parkirnya juga penuh tadi sampai ke jalanan," pungkasnya. (hda)