Penerapan Ganjil Genap di Bantul Dinilai Efektif Mengurai Kerumunan Wisatawan
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyatakan bahwa kebijakan penerapan ganjil genap di destinasi wisata relatif efektif mengurai
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyatakan bahwa kebijakan penerapan ganjil genap di destinasi wisata relatif efektif mengurai kerumunan.
Memang tidak dipungkiri ada wisatawan yang terpaksa putar balik, maka dari itu pihaknya menerapkan metode ganjil genap yang berbeda di tiap destinasi wisata.
Setiap akhir pihaknya menerapkan ganjil genap dengan sistem yang berbeda di tiap destinasi wisata, di mana kendaraan yang boleh masuk untuk kawasan pantai timur dan tempat wisata hutan di Dlingo harus berpelat sama dengan tanggal hari itu, namun untuk kawasan pantai wilayah barat kebalikan dari tanggal hari itu.
Baca juga: Hujan Disertai Angin, Garasi Berbahan Bambu Milik Warga Ngawen Gunungkidul Ambruk
Yang berarti, pada saat tanggal ganjil, maka kendaraan wisatawan yang boleh masuk di kawasan wisata Dlingo dan pantai wilayah timur adalah yang berpelat ganjil.
Namun di saat yang bersamaan, wisatawan dengan pelat kendaraan genap boleh masuk ke wisata pantai wilayah barat. Metode ini dilakukan agar tak ada wisatawan yang tertolak dan tetap dapat berwisata di tempat lain.
"Kami melihat pelaksanaan ini bisa berjalan relatif baik, mudah-mudahan tidak ada klaster di pariwista, perekonomian juga meningkat. Dan selama ini kalau kita lihat, penambahan kasus Covid-19 bukan dari pariwisata," ungkapnya, Rabu (3/11/2021).
Ia juga menambahkan bahwa metode ganjil genap ini bagian dari edukasi untuk mengurangi kerumunan. Dirinya mencatat, sebelum diterapkan ganjil genap, pantai wilayah barat setidaknya mendapat kunjungan sebanyak 1.900 orang.
"Lalu kemarin, pada akhir pekan kemarin sudah 2.900, ada peningkatan 1.000 wisatawan. Ini mungkin dia tahu kalau di timur ditolak, maka bisa ke barat," imbuhnya.
Terpisah, Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo menyatakan bahwa sejauh ini tempat wisata yang sudah mendapatkan izin buka adalah wisata hutan di Kapanewon Dlingo, yakni Pinus Sari, 1.000 Batu dan Pengger.
Kemudian yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata adalah berupaya mengajukan kepada pusat agar ada penambahan dibukanya tempat wisata pantai.
Hingga akhirnya level PPKM di Bantul turun menjadi level 2, kemudian kondisi tersebut digunakan untuk melakukan uji coba pembukaan wisata pantai selatan.
Baca juga: Dinas Pariwisata Bantul Memprediksi Mendapatkan Rp 2 Miliar per Bulan dari Retribusi
"Yang terjadi sekarang kan ada wisatawan yang masuk, kita tetap melakukan pengawasan terhadap wisatawan yang masuk ke kawasan wisata pantai. Tetap kita awasi disiplin prokes, dan tidak boleh ada kerumunan, agar tidak terjadi persoalan Covid-19," ungkap wabup yang merangkap sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul.
Karena meski ada penyekatan, Joko mengatakan bahwa fakta yang dilapangan didapati banyak bus yang masuk ke lokasi wisata pada saat tengah malam.
"Maka satgas Covid-19 terus bersinergi, dengan lintas sektor termasuk TNI Polri, untuk masuk kawasan wisata, kita tetap memberlakukan sistem ganjil genap," tandasnya. (nto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)