Hujan Disertai Angin, Garasi Berbahan Bambu Milik Warga Ngawen Gunungkidul Ambruk

Garasi mobil milik warga di Pedukuhan Sukorejo, Kalurahan Sambirejo, Ngawen, Gunungkidul ambruk pada Selasa (02/11/2021) lalu. Peristiwa ini terjadi

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Lokasi ambruknya garasi mobil milik warga di Ngawen, Gunungkidul pada Selasa (02/11/2021) sore lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Garasi mobil milik warga di Pedukuhan Sukorejo, Kalurahan Sambirejo, Ngawen, Gunungkidul ambruk pada Selasa (02/11/2021) lalu.

Peristiwa ini terjadi saat hujan disertai angin melanda sejumlah wilayah.

Kapolsek Ngawen, AKP Parliska Febrihanoto menyampaikan robohnya garasi terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Sekitar satu jam setelah hujan angin melanda.

Baca juga: Dinas Pariwisata Bantul Memprediksi Mendapatkan Rp 2 Miliar per Bulan dari Retribusi  

"Garasi tersebut milik Joko Supriyanto, warga setempat," kata Parliska pada wartawan, Rabu (03/11/2021).

Hujan angin sendiri mulai menerpa wilayah Ngawen sekitar pukul 14.00 WIB. Kemudian, sekitar pukul 15.00 WIB, pemilik rumah mendengar suara keras dari samping rumahnya.

Begitu dicek, Joko mendapati garasi mobilnya tersebut sudah rata dengan tanah. Beruntung tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut lantaran bangunan garasi terpisah dari bangunan utama rumah.

"Kerugian yang timbul akibat peristiwa ini sekitar Rp 1 juta," ungkap Parliska.

Mobil milik Joko pun turut selamat dari reruntuhan material garasi. Setelah hujan reda, warga sekitar langsung bergerak untuk bersama-sama membersihkan puing-puing material yang roboh.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Parliska menjelaskan ambruknya garasi karena material bangunan yang sudah lapuk. Apalagi garasi tersebut dibangun dengan material bambu.

Baca juga: Pergub Soal Larangan Demo di Malioboro Berpotensi Direvisi Sesuai Masukan Masyarakat

"Ditambah ada hujan deras disertai angin kencang, akhirnya garasi tersebut roboh," jelasnya.

Parliska pun mengimbau agar warga lebih waspada memasuki musim penghujan ini. Sebab selain hujan angin, wilayah Ngawen juga berpotensi mengalami tanah longsor saat hujan dengan intensitas tinggi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki sebelumnya sudah mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab BMKG memprediksi curah hujan kali ini lebih tinggi.

"Masyarakat perlu mengenali bahaya dan mengurangi resiko (bencana)," kata Edy. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved