Petani di Kalurahan Srigading Bantul Tanam Cabai dan Bawang Merah Saat Off Season
Petani di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul yang tergabung dalam Forum Komunikasi Petani "Ngrembaka Nir Sambikala" mencoba menanam
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Petani di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul yang tergabung dalam Forum Komunikasi Petani "Ngrembaka Nir Sambikala" mencoba menanam komoditas cabai rawit jenis ori dan bawang merah di luar musim (off season). Total luasan tanah yang digunakan sebesar tiga hektar.
Bendahara Forum Komunikasi Petani "Ngrembaka Nir Sambikala" Abdul Mukid, menjelaskan dari tiga hektar lahan tersebut, dua hektar akan ditanami cabai rawit dan satu hektar sisanya untuk tanaman tumpang sari antara cabai rawit dan bawang merah.
Ia menyatakan, untuk lahan dua hektare yang khusus ditanami cabai rawit jenis ori, baik yang di lahan pasir maupun lahan persawahan biasa akan dibantu anggaran dari pemerintah sekitar Rp 184 juta yang bersumber dari APBD Perubahan Tahun 2021 ini.
Baca juga: Terkendala Vaksin, Warga DI Yogyakarta Tunggu Pengumuman Lebih Lanjut Terkait Pembukaan Umrah
Sementara untuk lahan sisanya yang ditanami tumpangsari antara cabai rawit jenis ori dengan bawang merah, petani akan mendapat bantuan bibit cabai rawit secara gratis oleh Forum Komunikasi Petani "Ngrembaka Nir Sambikala".
Sedangkan untuk bibit bawang merah akan dipinjami terlebih dahulu oleh Forum Komunikasi Petani tersebut dan bisa dikembalikan pinjaman bibit bawang merah usai panen.
"Untuk yang lahan satu hektare dengan sistem tanam tumpang sari akan kita bantu gratis bibit cabai rawitnya dan untuk bibit bawang merah akan kita pinjami terlebih dahulu," ujarnya, Sabtu (16/10/2021).
Adapun dalam prosesnya, petani membuat bedengan untuk media tanam cabai rawit dan bawang merah.
Sedangkan untuk masa tanam secara serentak akan digelar pada tanggal 5 November 2021 mendatang atau di saat musim penghujan tiba.
Dalam kesempatan itu, Mukid juga menjelaskan bahwa saat panen cabai nanti, hasil panen akan dipotong sebanyak 30 persen untuk mengembalikan modal yang diterima petani sebelumnya dengan total bantuan modal mencapai Rp 184 juta.
Baca juga: Masih Pandemi, Dinsos DIY Prediksi Angka Kemiskinan Belum Turun
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura, Perkebunan, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Imawan menjelaskan bahwa uji coba tanam di luar musim juga sudah dilakukan oleh petani lain di Bantul dengan komoditas bawang merah, namun secara keluasan, lahan milik petani Kalurahan Srigading lebih luas.
"Ada petani yang sudah mencoba menanam bawang merah off season namun kurang dari satu hektar. Ya karena hambatannya cukup banyak saat menanam off season," ungkapnya.
Ia mengakui bahwa uji coba tanam cabai dan bawang merah di luar musim atau off season tantangannya cukup berat karena banyak serangan hama saat musim penghujan dan hambatan lainnya. Namun di sisi lain menanam di luar musim akan membuat harga panen yang tinggi, karena pasokan cabai dan bawang merah berkurang di pasaran.
"Harapannya jika uji coba ini berhasil, petani akan mendapatkan harga yang bagus namun di sisi lain bisa menekan harga cabai dan bawang merah yang naik tajam saat musim penghujan dan bisa dijangkau masyarakat," imbuhnya.
Dengan demikian, upaya ini bisa menekan tingkat inflasi yang tinggi untuk komoditas cabai rawit dan bawang merah saat musim penghujan. (nto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/petani-di-kalurahan-srigading-mempersiapkan-lahan-untuk-ditanami.jpg)