Kisah Inspiratif

Bikin Batik Kayu Peralatan Rumah Tangga, Warga Klaten Ini Sukses Raup Omzet Fantastis

Batik kayu yang dikembangkan sejak beberapa tahun terakhir, kini sukses mendatangkan omzet hingga Rp25 juta per bulan.

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Perajin batik kayu saat menunjukan talenan yang sedang menjalani proses pembatikan di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Kamis (14/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Batik kini sudah mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.

Tak hanya di kain, dewasa ini batik juga dikembangkan pada media kayu.

Seperti yang dilakukan pria asal Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini.

Ia mengembangkan batik kayu sejak beberapa tahun terakhir dan usaha itu sukses mendatangkan omzet hingga Rp25 juta per bulan.

"Batik kayu ini kita buat pada media talenan, nampan serta berbagai peralatan rumah tangga lainnya," ucap pembuat batik kayu Sularto saat Tribunjogja.com temui di rumahnya, Kamis (15/10/2021).

Baca juga: Karang Taruna Kabupaten Bantul Berinovasi dengan Mendesain Batik Sawo Kecik

Menurutnya, batik kayu yang ia buat tersebut berbahan baku kayu jenis gmelina dan kayu jati.

"Kita pilih itu karena dua jenis kayu ini dagingnya putih sehingga saat di batik motif dan warna batiknya langsung keluar," imbuh dia.

Adapun proses pembuatan batik kayu itu, kata dia pihaknya membuat desain terlebih dahulu kemudian dibentuk talenan yang modelnya macam-macam.

Setelah dicetak model talenan berbagai ukuran, nantinya baru memasuki proses membatiknya.

"Untuk batik kayu ini penjualan baru lokal Jogja, Solo dan Bali namun paling banyak ke Bali kalau ekspor belum," imbuhnya.

Ia mengatakan, dalam satu bulan ia bisa memproduksi 1.000 pcs batik kayu peralatan rumah tangga dengan dibantu karyawan sebanyak 14 orang yang merupakan warga sekitar tempat tinggalnya.

Kemudian, harga satuan batik kayu dipatok Rp85 ribu hingga Rp100 ribu dengan ukuran panjang 40 cm dan lebar 20 cm.

"Untuk omzet batik kayu sekitar Rp20 juta hingga Rp 25 juta per bulan," imbuhnya.  

Baca juga: Kesuksesan Warga Klaten Bikin Payung Motif Batik, Diminati Warga India dan Hongkong

Ia mengatakan jika batik kayu itu produk unggulannya adalah talenan selain itu ada juga nampan, piring, gelas hingga sendok.

"Ini ide awalnya karena ingin terus melakukan inovasi batik serta mengikuti tren pasar saat ini," urai dia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved