Breaking News:

Kisah Inspiratif

Kesuksesan Warga Klaten Bikin Payung Motif Batik, Diminati Warga India dan Hongkong

Inovasi yang dilakukan oleh perajin bernama Sularto itu kemudian sukses mendatangkan omzet hingga Rp20 juta per bulannya.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Sejumlah perajin payung motif batik di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah saat mencanting payung, Kamis (14/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Siapa menyangka sebuah payung bermotif batik yang tengah dipakai oleh sejumlah warga negara India dan Hongkong merupakan karya dari Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah,

Seorang perajin batik di desa itu melahirkan inovasi tersebut karena tak ada kerjaan akibat pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada Maret 2020 lalu.

Inovasi yang dilakukan oleh perajin bernama Sularto itu kemudian sukses mendatangkan omzet hingga Rp20 juta per bulannya.

"Kreasi payung motif batik ini awalnya dibuat saat awal-awal pandemi tahun lalu. Saat itu kan usaha berhenti semua jadi iseng bikin inovasi," ujar perajin batik itu saat Tribunjogja.com temui di rumahnya, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Cerita Warga Klaten Bikin Brownies Unik Bermotif Batik, Laku Keras Dijual Online

Menurutnya, saat awal pandemi semua kegiatan usaha batiknya terhenti.

Semua pelanggan batik kainnya yang tersebar di beberapa wilayah seperti Jakarta, Bali, Jogja dan Solo menghentikan pemesanan.

Saat situasi nihil pesanan itu, Sularto melihat sebuah payung yang ada di rumahnya.

Saat itu, kebetulan mau memasuki musim penghujan.

"Saya iseng membatik di payung dan setelah selesai saya unggah di media sosial saya, ternyata itu diminati oleh konsumen hingga akhirnya saya seriusi," beber owner Batik Bima Sena tersebut.

Menurutnya, pada awal-awal dirinya membatik dengan media payung itu berbahan cat tembok, namun hasilnya kurang bagus karena mudah luntur dan catnya juga pecah-pecah saat musim panas.

Baca juga: Lestarikan Warisan Leluhur, Wanita Asal Magelang Ini Geluti Profesi Perajin Gerabah Selama 30 Tahun

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved