Yogyakarta

Klaster Covid-19 Kembali Bermunculan di DI Yogyakarta, Sekda DIY Khawatir PPKM Tak Jadi Turun Level

Fenomena tersebut menunjukkan masyarakat mulai abai di tengah pelonggaran yang diberlakukan pemerintah.

TRIBUNJOGJA.COM / Yuwantoro Winduajie
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Klaster penularan baru kembali bermunculan di tengah melandainya tren penambahan kasus terkonfirmasi di wilayah DI Yogyakarta.

Yang terbaru, ada dua klaster penularan yang ditemui di Kabupaten Bantul.

Yakni klaster senam sehat di Bambanglipuro serta klaster tilik atau jenguk orang sakit di Sanden.

Imbasnya ada belasan warga dinyatakan positif Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan, fenomena tersebut menunjukkan masyarakat mulai abai di tengah pelonggaran yang diberlakukan pemerintah.

Baca juga: Sembilan Warga Padukuhan Gokerten Bantul Terpapar Covid-19 Seusai Jenguk Warga yang Sakit

Padahal, segala kegiatan yang melibatkan kerumunan hingga saat ini belum diizinkan.

"Jadi saya kira ini harus jadi perhatian kita. Kita ini bisa aman bisa selamat itu kembali pada kita masing-masing dan jangan memikirkan diri sendiri. Misalnya sudah tahu dirinya sakit tapi masih ikut (berkegiatan)," terang Aji di kantornya, Selasa (13/10/2021).

Aji juga menyoroti kemunculan klaster senam sehat di Bambanglipuro.

Penyebabnya, salah satu warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 nekat mengikuti kegiatan senam sehat di Bantul.

Mantan Kepala Disdikpora DIY ini pun menyayangkan perilaku teledor tersebut karena membahayakan warga sekitar.

"Sekarang tidak ada lagi orang yang tidak tahu bahwa orang yang sudah terkonfirmasi positif itu tidak boleh bertemu orang lain. Harapan saya itu tidak terulang lagi, orang yang terkonfirmasi harus isolasi baik di isoter dan rumah," terangnya.

Baca juga: Klaster Senam Sehat di Bantul, 9 Warga dalam 1 Kampung Positif Covid-19

Lebih jauh, jika klaster baru terus bermunculan, Aji khawatir bahwa penerapan PPKM di DIY tidak akan mengalami penurunan level.

Imbasnya aktivitas masyarakat akan terus dibatasi. Tempat-tempat wisata sebagian besar masih akan ditutup.

"Tentu kalau ada klaster angka positif akan naik. Otomatis juga akan memperbesar BOR (tingkat keterisian RS). Kalau naik lagi positif rate juga naik. Padahal itu bagian dari penghitungan level," jelas Aji.

Terkait penanganan penemuan klaster penularan, Aji memastikan bahwa dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

"Segera kita tangani, tracing-nya kita perkuat kalau klaster senam ya semua peserta senam ditracing lalu di keluarga yang bertemu (kontak erat)," katanya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved