Biennale Jogja XVI Pertemukan Indonesia dengan Oseania

Biennale Jogja XVI akan kembali digelar. Pameran seni ke 16 tersebut akan digelar pada 6 Oktober hingga 4 November 2021 mendatang.

Tayang:
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar
Alia Swastika (Direktur Yayasan Biennale Yogyakarta) Gintani N.A Swastika (Direktur Biennale Jogja XVI) Elia Nurvista (Kurator Biennale Jogja XVI) Ayos Purwoaji (Kurator Biennale Jogja XVI) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Biennale Jogja XVI akan kembali digelar. Pameran seni ke 16 tersebut akan digelar pada 6 Oktober hingga 4 November 2021 mendatang. 

Direktur Yayasan Biennale Jogja, Alia Swastika mengatakan Biennale Jogja XVI Equator #6 mempertemukan indonesia dengan Oseania.

Menurut dia kawasan Oseania dengan Indonesia memiliki kemiripan dari berbagai bidang, termasuk sosial budaya.

Ia menyebut, Biennale Jogja XVI Equator #6 memiliki kontribusi besar dalam kesenian global. Bahkan menjadikan Yogyakarta sebagai pusat kesenian dunia. Apalagi dengan menggandeng seniman dari berbagai negara.

Baca juga: Pemerintah dan DPRD DIY Upayakan Honor Petugas Taman Makam Pahlawan Tetap Ada di 2022

"Selama 10 tahun ini kita sudah bekerjasaa dengan India, tahun 2013 dengan Arab, lalu 2015 dengan Nigeria, Brazil, Asia Tenggara, dan kita tutup dengan Oseania. Kita punya kontribusi besar untuk sejarah kesenian global, kita rangkul seniman dari berbagi negara," katanya, Jumat (01/10/2021).

Alia mengungkapkan seniman yang berkontribusi dalam Biennale Jogja pun merasa sangat senang. Sebab baru pertama kali menginjakkan kaki ke Indonesia.

"Bahkan mereka merasa tinggal di Yogya adalah pengalaman terbaik selama berkarir sebagai seniman,"ungkapnya. 

Ada 34 seniman dan beberapa komunitas yang turut terlibat dalam Biennale Jogja ke 16 tersebut. 

Direktur Biennale Jogja XVI Equator# 2021, Gintani Nur Apresia Swastika mengatakan pameran seni internasional tersebut telah dipersiapkan sejak pertengahan 2020.

Baca juga: Hanya 10 Pasien COVID-19 di RS Rujukan, Rasio Kesembuhan Gunungkidul Capai 93 Persen

Biennale Jogja akan dilaksanakan di empat lokasi, yaitu Jogja National Museum, Taman Budaya Yogyakarta, Museum dan Tanah liat, dan indie Art House.

"Persiapan agak ekstra, karena situasinya juga berbeda. Selain pameran, Biennale Jogja juga ada forum diskusi, ada acara labuhan juga. Karena kondisi pandemi saat ini, beberapa proram dilaksanakn seacra daring. Siapapun boleh mengakses melalui htttps://biennalejogja.org/2021/,"ujarnya.

Dalam pelaksanaanya, ada dua kurator yang terlibat, yaitu Ayos Purwoaji dan Elia Nurvista. 

Kurator Biennale Jogja XVI Equator#6 2021, Ayos Purwoaji menambahkan dirinya dan Elia melakukan perjalann ridet ke Indonesia bagian timur. Menurut dia Indonesia bagian timur memiliki corak budaya identik denan kawasan Oseania. 

"Setelah kita pelajari, Indonesia bagian Timur memiliki kesamaan dengan Oseania. Pandemi COVID-19 menjadi kendala, karena kami tidak bisa langsung ke negara Oseania, sehingga kami mempelajari dari Indonesia bagian Timur," tambahnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved