Penjelasan Tentang Varian Baru Virus Corona C.1.2 yang Disebut Lebih Bahaya Ketimbang Delta
Dalam situs itu disebut bahwa varian C.1.2 pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan pada Mei 2021
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Ia percaya bahwa C.1.2 dapat dicegah dengan vaksin. Ini karena C.1.2 memiliki profil mutasi yang serupa dengan varian Beta dan Delta.
“Karena C.1.2 memiliki profil mutasi yang serupa dengan Beta dan Delta, kami cukup yakin bahwa vaksin akan tetap melindungi terhadap rawat inap dan kematian terhadap varian C.1.2 seperti halnya terhadap varian Beta dan Delta,” kata Dr Scheepers.
Selain itu, protokol kesehatan adalah hal yang utama untuk mencegah C.1.2. "Intervensi yang sama seperti untuk semua varian lain kemungkinan akan melindungi dari yang satu ini juga. Misalnya, kami merekomendasikan agar orang mendapatkan vaksinasi untuk melindungi dari penyakit parah. Intervensi nonfarmasi, seperti pemakaian masker, cuci tangan, menjaga jarak dan menghindari keramaian, efektif untuk semua varian," katanya. Ketua Biostatistik dan Epidemiologi di University of South Australia, Profesor Adrian Esterman, juga mengimbau agar masyarakat untuk tetap tenang dengan kehadiran C.1.2.
“Saat ini, C.1.2 bahkan bukan variant of interest, apalagi VOC. Jadi, saya pikir kita harus tetap tenang, biarkan ahli virologi Afrika Selatan yang hebat melakukan pekerjaan mereka," kata Profesor Adrian.
• Apa Kata Epidemiolog Tentang Virus Corona Varian Mu
Varian C.1.2 lebih berbahaya dari Delta
Ahli epidemiologi dari Griffith University Dicky Budiman mengatakan, varian C.1.2 ini lebih berbahaya dari varian Delta.
Bahkan C.1.2 menurut Dicky juga lebih berbahaya dari varian Mu. Ini karena varian C.1.2 merupakan mutasi dari beberapa jenis varian virus corona yaitu Alpha, Beta, Delta dan Gamma.
"Makanya bahwa ada potensi varian yang lebih hebat dari Delta itu ada," ujar Dicky dalam diskusi daring, Selasa (14/9/2021).
Oleh karena itu, ia mengingatkan pemerintah harus bersiap dan mencegah masuknya varian tersebut. "Dan itu masalah waktu kalau masuk Indonesia dan untuk itu kita harus siap-siap," kata Dicky. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi mengaku bahwa pemerintah saat ini sedang mengamati sejumlah varian agar tidak masuk ke wilayah Indonesia, yang salah satunya adalah varian C.1.2.
"Sebagai antisipasi, kita mengamati ada tiga varian baru yang kita amati dari dekat. Pertama adalah varian Lambda, kedua varian MU, dan yang ketiga adalah varian C.1.2," kata Budi dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Senin (13/9/2021).
Varian Lambda menurut Budi menyebar di 42 negara, sementera varian Mu telah tersebar di 49 negara. Kedua varian baru ini juga disebut kebal terhadap vaksin.
"Kedua varian ini memiliki kemampuan untuk menghindari sistem imunitas atau sistem kekebalan dari tubuh kita sehingga efektivitas dari vaksin yang diberikan akan menurun terhadap kedua varian ini," katanya.(*)