Breaking News:

Apa Kata Epidemiolog Tentang Virus Corona Varian Mu

varian Mu tujuh kali lebih resisten terhadap antibodi yang dihasilkan vaksinasi. edangkan varian delta, kekuatannya 2,6 kali m

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Vanessa JIMENEZ / AFP
Pekerja merawat pasien Covid-19 di unit perawatan intensif (ICU) di Bogota. Varian virus corona baru terdeteksi untuk pertama kalinya di Kolombia dan disebut "mu" menyebabkan gelombang pandemi paling mematikan di negara itu 

Tribunjogja.com JAKARTA -- Fakta baru mengenai virus corona varian Mu.

Varian baru ini disebut tujuh kali lebih kuat dalam mengatasi antibodi tubuh yang dihasilkan dari vaksinasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Epidemiolog Griffith Universty Dicky Budiman.

Dalam menghadapinya, strategi 3T (tracing, testing, treatment), vaksinasi dan pembatasan aktivitas harus dilakukan secara serius.

“Apapun variannya, jangan sampai kita melupakan bahwa kita harus merespons pandemi ini terus menerus dengan sangat serius,” kata Dicky Budiman, Selasa (14/9/2021).

Dia menjelaskan, varian Mu tujuh kali lebih resisten terhadap antibodi yang dihasilkan vaksinasi .

Sedangkan varian delta, kekuatannya 2,6 kali mengatasi resistensi antibodi dari vaksinasi .

Lebih kuat dari varian delta, adalah varian beta yang memiliki kekuatan hingga enam kali mengatasi antibodi yang dihasilkan vaksinasi.

“Tapi Mu ini lebih tinggi lagi hampir 7,6 kali Ini yang berpotensi memperburuknya situasi,” ujar Dicky Budiman.

Dengan kemampuan seperti ini, kata Dicky Budiman, orang yang sudah divaksinasi dan pernah terinfeksi, bisa terinfeksi kembali dan bisa memburuk.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved