Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X Belum Izinkan Pembelajaran Tatap Muka, Ini Alasannya

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X sangat berhati-hati dalam memutuskan kebijakan pembelajaran tatap muka bagi

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribun Jogja/ Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X sangat berhati-hati dalam memutuskan kebijakan pembelajaran tatap muka bagi para pelajar.

Ditemui seusai agenda rapat paripurna di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jumat (3/9/2021) siang, Sri Sultan mengatakan belum akan mengizinkan pembelajaran tatap muka jika kasus positif Covid-19 di wilayahnya masih fluktuatif.

Ia juga mengatakan sebelum vaksinasi pelajar selesai, pemerintah DIY belum berkeinginan membuka pembelajaran secara tatap muka.

Baca juga: Tingkat Keterisian Shelter Kabupaten di Bantul di Angka 35 persen

"Tatap muka belum. Kalau masih terus fluktuatif belum berani. Nanti vaksin untuk pelajar biar selesai, biarpun hanya sekali (dosis pertama)," katanya.

Program vaksinasi untuk pelajar di DIY terus berjalan hingga saat ini, baik dari pemerintah DIY maupun Badan Intelejen Negara (BIN) simultan melaksanakan vaksinasi bagi pelajar.

Sri Sultan berharap, dengan percepatan vaksinasi pelajar tersebut maka akan meningkatkan imunitas para pelajar saat mengikuti pembelajaran tatap muka.

"Vaksin untuk meningkatkan imunitas, jadi itu harus dilaksanakan," jelas Sultan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya mengatakan dari segi kesiapan fasilitas penunjang penerapan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan sekolah, hampir semua instansi sekolah dikatakan Didik sudah memenuhi syarat.

Namun saat ini DIY masih termasuk ke dalam level 4 atas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan pemerintah.

Sehingga pembelajaran tatap muka masih menunggu diturunkannya level PPKM menjadi level 3.

Sembari menunggu kabar baik penurunan level tersebut, Disdikpora DIY terus mengejar target vaksinasi pelajar.

"Masih percepatan vaksinasi. Termasuk koordinasi dengan Kabupaten/Kota dan dengan Kemenag supaya vaksinasi anak-anak tahap satu dan dua segera dipercepat," katanya.

Ia menjelaskan masing-masing Kabupaten/Kota berbed-beda dalam hal percepatan vaksinasi yang dilakukan.

Baca juga: Ada 49.330 Ribu Penerima Bansos di Sleman yang Akan Dihapus, Ini Penjelasan Dinsos

"Kabupaten/Kota beda-beda. Di Kulon Progo jumlah siswa yang divaksinasi itu tinggal sedikit. Saat ini sudah vaksin di angka 79 persen atau 12.000 siswa SMP. Sisanya sekitar 2000 siswa," jelasnya.

Sementara untuk siswa SMK dan SMA di DIY, didik menjelaskan untuk saat ini target yang tercapai masih diangka 39 hingga 40 persen siswa yang sudah tervaksin.

"Untuk siswa SMA dan SMK 39 hingga 40 persen. Besok pagi ada vaksinasi di Graha Saba dengan 2.000 siswa. Kerjasama Alumni SMAN 1," tegas Didik.

Secara umum masing-masing sekolah di DIY sudah siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

"Hanya menunggu peta nasional pada level berikutnya seperti apa Yogyakarta ini. Saat ini kan masih level 4. Jadi masih pembelajaran jarak jauh," pungkasnya. (Hda)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved