Kebertahanan Ilmu Pengetahuan & Teknologi di Era Pandemi

Peradaban akan terus berjalan, seiring zaman bergulir, pandemi ini akan menjadi titik tolak transformasi peradaban itu sendiri.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
ist
Dr. Ir. Ircham, MT, Rektor ITNY 

Tanpa disadari, keterbatasan seringkali mendorong akal manusia untuk terus berkontemplasi menuangkan gagasan maupun ide, bahkan melahirkan inovasi yang tidak terpikirkan sebelumnya. Pandemi Covid-19 yang saat ini melanda telah memaksa seluruh bangsa di dunia bergerak melakukan proyeksi dan infiltrasi teknologi yang ditujukan tidak hanya untuk mendulang keuntungan finansial, melainkan lebih dari itu, penemuan rekayasa teknologi didasarkan atas kerja kemanusiaan.

Sejalan dengan hal di atas, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) senantiasa mendorong, bahkan berupaya secara sistematis ikut menggerakkan sendi-sendi ilmu pengetahuan dan teknologi guna memajukan anak bangsa. Disadari atau tidak, negeri ini masih banyak usia produktif yang mampu melakukan terobosan jangka panjang hingga tahun 2045 mendatang di saat Indonesia mencapai usia emas.

Saat yang sama, era disrupsi memantik semangat kemandirian untuk terus maju mengembangkan riset dan inovasi, membangun ekosistem daya saing yang patut diakui oleh negara lain. Dukungan penuh kepada seluruh stakeholder, baik dari Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan masyarakat memungkinkan tercipta suatu simultaneous process (proses bersama) dalam mewujudkan kesinambungan diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bagian dari perencanaan Sustainable Development Goals (SDGs).

Kiranya ke depan, dengan tetap memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga pandemi ini cepat berakhir, namun demikian jangan menganggap situasi sekarang menghalangi untuk tidak melakukan inovasi dan hal kreatif lainnya. Sebaliknya, pandemi harus menjadi tonggak sejarah menatap masa depan lebih cerah. Abad ketujuh belas membuktikan, di masa itu Inggris raya sedang dilanda wabah pes.

Rakyat dihimbau bekerja dari rumah, kebijakan yang cukup membantu tetapi tidak membatasi gerak masyarakat, saat yang sama dalam kondisi tersebut seorang Isaac Newton yang menjadi bagian warga Inggris memformulasikan teori gravitasi yang populer dikenal selama ini. Jalan setapak masih terbentang jauh, walaupun pandemi masih menyisakan asa, kiranya harapan masih bisa ditambatkan untuk menyongsong Indonesia lebih maju.

Globalisasi tidak boleh ditakuti, karena sekarang juga berhadapan dengannya. Tentunya kita tidak ingin merasakan ketertinggalan teknologi yang mengakibatkan bangsa Indonesia semakin mundur. Pandemi seyogyanya dijadikan momentum kesadaran penuh atas inovasi dan pengembangan teknologi untuk bangkit kembali menjadi bangsa berdaulat. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved