Aktivitas Merapi Kembali Meningkat, BPBD Sleman Sebut Masih Aman: Belum Perlu Evakuasi Penduduk 

Hingga saat ini jarak luncuran awan panas gunung Merapi masih sekitar 3 kilometer ke arah tenggara maupun selatan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Kepala bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyebut aktivitas Gunung Merapi (2.930 m) yang kembali meningkat beberapa hari terakhir, belum memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat Sleman.

Sebab, guguran lava dan semburan awan panas dari masa ekstrusi atau peristiwa keluarnya magma ke permukaan gunung masih berada di jarak aman. 

"Sehingga kita belum perlu melakukan evakuasi pada penduduk di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. Jadi masih mandali. Aman terkendali," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Makwan, Jumat (20/8/2021). 

Menurutnya, hingga saat ini jarak luncuran awan panas gunung Merapi masih sekitar 3 kilometer ke arah tenggara maupun selatan.

Namun teramati juga meluncur ke arah barat daya di wilayah Magelang.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi dalam Sepekan: Lontarkan 20 Kali Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Terjauh 3,5Km

Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Kembali Alami Peningkatan, BPBD Klaten Imbau Warga Selalu Waspada

Di sebelah barat daya ini, potensi bahaya bagi warga Sleman tergolong kecil.

Kecuali jika awan panas meluncur ke kali Boyong maupun Kali Krasak, maka wilayah Sleman harus mulai bersiap-siap.

Menyinggung pemukiman penduduk di Sleman, Makwan mengatakan, jarak pemukiman terdekat berada disisi tenggara dengan jarak 4 kilometer dari puncak.

Sementara di sisi selatan dekat aliran sungai boyong sekitar 6.5 kilometer.

Jarak aman di wilayah Sleman sesuai rekomendasi dari Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) berada di jarak 5 kilometer. 

"Jadi masih aman," kata dia. 

Awan panas guguran Gunung Merapi tanggal 17 Agustus 2021 pukul 05.18 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 mm dan durasi 100 detik. Jarak luncur 1.300 m ke arah barat daya (K. Bebeng).
Awan panas guguran Gunung Merapi tanggal 17 Agustus 2021 pukul 05.18 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 mm dan durasi 100 detik. Jarak luncur 1.300 m ke arah barat daya (K. Bebeng). (Twitter BPPTKG)

Masyarakat yang bermukim di jarak 4 kilometer sisi tenggara, kata Makwan, masih cukup aman dan tidak terlalu mengkhawatirkan.

Sebab, saat ini guguran lava dari puncak alirannya mengikuti aliran sungai. Pemukiman sisi tenggara berada jauh dari aliran sungai.

Hanya saja, ketika gunung di perbatasan DIY dan Jateng itu menyemburkan awan panas, maka pemukiman sisi tenggara ini berpotensi terkena abu vulkanik jika arah angin mengarah ke tenggara maupun ke timur.

Tapi jika arah angin ke barat, situasi terbilang masih aman. 

Baca juga: Harga Sayur Turun Terdampak Abu Gunung Merapi, Petani di Magelang Bagikan Sayuran Gratis

Baca juga: Digempur Pandemi, Seratusan Jip Wisata Lereng Merapi Terpaksa Dijual Demi Bertahan Hidup

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved