Breaking News:

Harga Sayur Turun Terdampak Abu Gunung Merapi, Petani di Magelang Bagikan Sayuran Gratis

Pengaruh erupsi Gunung Merapi memberikan dampak kerusakan bagi tanaman milik petani di Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Nanda Sagita Ginting
Kondisi pertanian para warga Desa Sengi, Kecamatan Dukun pada Jumat (20/08/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pengaruh erupsi Gunung Merapi memberikan dampak kerusakan bagi tanaman milik petani di Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang akibat guyuran hujan abu beberapa waktu lalu.

Terutama, jenis tanaman yang rentan kerusakan yakni sayuran yang dimanfaatkan daunnya seperti selada, caisim, kubis, dan sawi.

Akibatnya, harga jual tanaman seperti sayuran di pasaran menjadi lebih murah. Para petani pun , memilih untuk membagikan hasil panennya secara gratis ke masyarakat.

Baca juga: Nasib Buruh Makin Tercekik, SBSI DIY Tolak Perpanjangan PPKM Level 4 

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Sengi, Wawan Hs menuturkan, rendahnya harga jual tanaman akibat terdampak abu Merapi membuat petani rugi besar.

"Sehingga, para petani di sini (Desa Sengi) lebih memilih membagikan sayuran kepada masyarakat yang membutuhkan, dari pada terbuang. Bahkan, banyak petani memilih tidak memanen hasil pertaniannya karena biaya operasional memanen tidak menutupi biaya perawatan," terangnya kepada Tribunjogja.com, pada Jumat (20/08/2021).

Selain dibagikan, ke masyarakat petani pun berinisiatif akan membagikan sayuran kepada panti asuhan, pondok pesantren, hingga masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri.

"Ya, selama ini sayuran baru dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan dalam artian per rumah tangga. Rencananya, pembagian akan kami perluas hingga ponpes, panti asuhan, dan warga isolasi mandiri," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distan Pangan) Kabupaten Magelang, Romza Ernawan menjelaskan lahan pertanian yang paling terdampak hujan abu dengan intensitas ringan hingga sedang, meliputi wilayah Kecamatan Dukun dan Sawangan.

"Hujan abu vulkanik yang terjadi pada 8 dan 16 Agustus 2021 berdampak pada sektor pertanian komoditas hortikultura dan perkebunan petani di sekitar lereng Gunung Merapi,"tuturnya.

Adapun, untuk Kecamatan Dukun meliputi Desa Sengi, Krinjing, dan Paten. Lalu, Sawangan meliputi Desa Kapuhan, Ketep, dan Gantang.

Baca juga: Minta Harga Tes PCR di Sleman Turun, Bupati Kustini: Jika Tidak Sesuai Akan Kami Panggil 

Di wilayah Kecamatan Dukun, lahan tembakau yang terdampak sekitar 149 hektare, cabai 82 hektare dan bunga kol mencapai 63 hektare.

Sedangkan, di Kecamatan Sawangan, lahan tembakau yang terdampak mencapai 76 hektare, cabai 32 hektare, dan bunga kol 15 hektare. 

"Terkena abu Gunung Merapi membuat kualitas tanaman menurun maka praktis harga jual pun ikut turun. Oleh sebab itu, kami menyarankan petani agar segera membersihkan tanaman dengan mengibaskan daun agar abu hilang," ujarnya.

Pihaknya, juga menyarankan untuk menggoyangkan-goyangkan tanaman, maupun mencuci dan menyemprot tanaman untuk membersihkan abu untuk meminimalisir terjadinya gagal panen dan kerugian yang lebih besar. (Ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved