Berita Kesehatan

Mitos-mitos Seputar Diabetes yang Perlu Anda Ketahui : Banyak yang Salah Kaprah

Banyak informasi seputar diabetes yang salah kaprah. Sayangnya, tak sedikit di antaranya yang dipercayai kebenarannya

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Kompas.com
Ilustrasi : Diabetes 

TRIBUNJOGJA.COM - Banyak informasi seputar diabetes yang salah kaprah. Sayangnya, tak sedikit di antaranya yang dipercayai kebenarannya.

Padahal hal ini bisa menimbulkan efek yang berbahaya.

Semisal kesalahan dalam merawat diabetes secara mandiri di rumah. Serta kesalahan dalam mengonsumsi makanan-makanan yang dilarang untuk dikonsumsi.

Berikut ini merupakan 10 mitos tentang diabates yang penting untuk diketahui oleh Anda, baik itu yang pradiabetes maupun diabetasi. Serta wajib diketahui oleh Anda yang masih sehat.

1. Karbohidrat (karbohidrat) adalah musuh

Karbohidrat bukanlah musuh Anda. Bukan karbohidrat itu sendiri, tetapi jenis karbohidrat dan jumlah karbohidrat yang Anda makan yang penting bagi penderita diabetes.

Tidak semua karbohidrat diciptakan sama.

Makanan yang rendah pada skala indeks glikemik (GI), ukuran seberapa cepat makanan dengan karbohidrat dapat memengaruhi kadar gula darah, adalah pilihan yang lebih baik daripada makanan dengan GI tinggi.

Contoh karbohidrat rendah GI meliputi:

  • Oatmeal yang digulung atau dipotong baja
  • Roti gandum
  • Buncis dan polong-polongan kering
  • Sayuran rendah pati, seperti bayam, brokoli, dan tomat

Sebaiknya Anda juga memilih makanan dengan beban glikemik (GL) yang lebih rendah. GL mirip dengan GI, tetapi ukuran porsi GL termasuk ke dalam penghitungan. Ini dianggap sebagai perkiraan yang lebih akurat tentang bagaimana makanan akan memengaruhi gula darah Anda.

Contoh karbohidrat rendah GL meliputi:

  • 150 gram kedelai
  • 80 gram kacang hijau
  • 80 gram parsnip
  • 80 gram wortel

Jika Anda makan makanan tinggi GI atau GL tinggi, menggabungkannya dengan makanan GI rendah atau GL rendah maka ini dapat membantu menyeimbangkan makanan Anda.

Begitu Anda memilih karbohidrat yang sehat, Anda tetap perlu mengatur porsi karbohidratnya, karena terlalu banyak karbohidrat dapat menyebabkan kadar gula darah lebih tinggi.

Tetap berpegang pada target karbohidrat pribadi Anda. Jika Anda tidak memilikinya, tanyakan kepada tim perawatan kesehatan Anda apa yang terbaik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved