MBTI

Mengenal MBTI Tipe Thinking dan Feeling: Head or Heart?

Dalam MBTI, salah satu dimensi yang menarik untuk dibahas yaitu logika Thinking (T) atau perasaan Feeling (F).

|
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
thepleasantpersonality.com
MBTI THINKING & FEELING - Logika dan Perasaan 

TRIBUNJOGJA.COM - Dalam MBTI (Myers-Briggs Type Indicator), salah satu dimensi yang menarik untuk dibahas adalah Nature scale, yakni bagaimana seseorang mengambil keputusan.

MBTI adalah tes kepribadian yang dirancang oleh Isabel Myers dan ibunya, Katharine Briggs, untuk mengidentifikasi preferensi psikologis seseorang dalam memandang dunia dan membuat keputusan.

Tes ini mengelompokkan kepribadian ke dalam 16 tipe berdasarkan empat dimensi utama: Introvert (I) atau Ekstrovert (E), Sensing (S) atau Intuition (N), Thinking (T) atau Feeling (F), dan Judging (J) atau Perceiving (P). 

Apakah lebih condong pada logika Thinking (T) atau perasaan Feeling (F).

Ibarat tangan, kita bisa menggunakan keduanya. Namun, tentu terdapat penggunaan yang lebih dominan.

Thinking (T): Logika dan Objektivitas

Orang dengan trait Thinking biasanya bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana hal ini membantu?”

Mereka cenderung mengandalkan logika, fakta, dan efisiensi karena bagi mereka, keputusan terbaik adalah yang paling rasional dan efektif.

Survei menunjukkan 83 persen Thinking lebih suka pendekatan ilmiah untuk menyelesaikan masalah, dan 74 persen merasa nyaman mengambil keputusan penting tanpa perlu berkonsultasi dengan orang lain.

Dalam hubungan, mereka menjunjung keadilan dan kepraktisan. Meski terkadang terlihat kaku atau kurang peka pada emosi.

Bukan berarti mereka tak bisa merasakan, hanya saja tipe Thinking (T) lebih suka menimbang segala sesuatu lewat nalar.

Baca juga: Kenali 16 Tipe Kepribadian MBTI dan Karakternya, Kamu Termasuk Mana?

Feeling (F): Empati dan Kesejahteraan Orang Lain

Sebaliknya, individu dengan trait Feeling cenderung bertanya, “Siapa yang akan terbantu dengan keputusan ini?”

Mereka menempatkan hati dan empati sebagai pusat keputusan, lebih peduli, hangat, dan memikirkan kesejahteraan orang lain.

Data survei mencatat 88 persen mengaku menghargai emosi mereka, dan 65 persen lebih sering mengikuti kata hati dalam mengambil keputusan penting.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved