Dinas Perhubungan Buka Akses Masuk ke Bantul Melalui Simpang Wojo dan Druwo
Dinas Perhubungan Bantul bersama Polres Bantul mulai melakukan pembukaan ruas jalan, di antara ruas jalan yang dibuka adalah simpat empat Wojo
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Perhubungan Bantul bersama Polres Bantul mulai melakukan pembukaan ruas jalan, di antara ruas jalan yang dibuka adalah simpang empat Wojo dan simpang empat Druwo sisi utara.
Pembukaan telah dilakukan sejak 2 Agustus 2021 kemarin, dan dilanjutkan membuka sisi selatannya pada 4 Agustus 2021.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suharyanta mengatakan, setelah dilakukan pembukaan di sisi utara, pihaknya melakukan uji coba pembukaan sisi selatan.
Baca juga: Satpol PP DIY Pastikan Pengawalan Pencairan Danais untuk Penanganan Covid-19
Dan akan dipantau selama beberapa hari ini, jika mobilitas dirasa membludak, maka pihaknya akan kembali menutup akses masuk ke Bantul.
"Setelah kita lakukan penyekatan sejak awal PPKM Darurat sampai hari ini, ada penurunan mobilitas. Terakhir, mobilitas menurun sampai 33 persen, itu penurunan antrean di simpang-simpang yang ada di Kabupaten Bantul," ujarnya, Kamis (5/8/2021).
Meski ada pelonggaran di simpang empat Druwo dan Wojo, namun penyekatan tetap dilakukan di Bantul kota, yakni di Jalan Jenderal Sudirman.
Penutupan masih dilakukan dari pukul dari 20.00-05.00 pagi. Selain itu juga masih dilakukan pemadaman Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di lokasi-lokasi penutupan itu, termasuk di komplek Paseban.
Lebih lanjut Aris mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu terbitnya surat ederan dari ketua Satgas Covid-19 DIY sekaligus Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X di mana salah satu materinya adalah agar setiap kabupaten/kota menyelenggarakan tracing bagi pelaku perjalanan wisata, jika nanti pintu pariwisata sudah dilonggarkan.
Jika melihat draft surat edaran tersebut, Dishub Bantul harus membuat penyekatan di beberapa titik yang menuju ke arah destinasi wisata.
Saat ini baru ada empat titik yang direncanakan, yakni di arah barat titi penyakatan ada di Terminal Palbapang, arah utara lewat jalan paris berada di Gabusan.
Kemudian ada pula di Imogiri Barat yang titiknya ada di bekas pasar Imogiri dan terakhir adalah penyekatan di Cinomati.
Baca juga: Golkar DIY Bagikan Ratusan Paket Permakanan dan Masker untuk Pekerja Informal di Malioboro
"Tapi selama PPKM level 4, wisata masih tutup, jadi ini akan berlaku jika ada pelonggaran wisata di bantul," imbuhnya.
Jika pariwisata dibuka, pihaknya akan melakukan tracing dengan menghentikan pelaku perjalanan wisata, seperti bus-bus.
Akan dilakukan pemeriksaan satu persatu, terkait syarat-syarat seperti kartu vaksin atau swab termasuk memeriksa isi kapasitas bus. Jika telah memenuhi syarat, maka bus tersebut akan mendapatkan stiker khusus.
Namun demikian, aktivitas tersebut tentu saja memerlukan anggaran. Selain untuk kebutuhan stiker, juga perlu dibangun tenda untuk petugas termasuk konsumsi.
Maka dari itu, Aris berharap akan ada anggaran dari Pemda sehingga kegiatan itu dapat dilaksanakan dan mampu membantu menekan angka penyebaran Covid-19. (nto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)