Breaking News:

Satpol PP DIY Pastikan Pengawalan Pencairan Danais untuk Penanganan Covid-19

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DI Yogyakarta memastikan pihaknya akan mengawal pencairan Dana Keistimewan (Danais) yang digunakan untuk

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar
Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DI Yogyakarta memastikan pihaknya akan mengawal pencairan Dana Keistimewan (Danais) yang digunakan untuk penanganan Covid-19 di ranah kalurahan.

Diketahui, di DIY ada program jaga warga yang membantu masyarakat menghadapi Covid-19 bersama.

Maka, setiap padukuhan diminta untuk membentuk kelompok jaga warga agar warga tidak sendiri menghadapi Covid-19.

Baca juga: Golkar DIY Bagikan Ratusan Paket Permakanan dan Masker untuk Pekerja Informal di Malioboro

Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad mengatakan di DIY sudah ada 1.224 kelompok jaga warga yang tersebar di 190 kalurahan.

“Sebenarnya, dari angka itu, DIY baru memiliki 26 persen kelompok jaga warga dari 4900 lebih padukuhan. Masih kurang 74 persen terkait jaga warga itu,” jelasnya dalam program Rembag Kaistimewan bertajuk ‘BKK DANAIS, Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan (Danais) Dalam Penanganan Covid-19’ di YouTube Paniradya Kaistimewan, Kamis (5/8/2021).

Dia menjelaskan, setiap kelompok jaga warga terdiri dari 25 orang. Nantinya, para kelompok jaga warga ini bakal mendapatkan BKK dari pemerintah DIY.

“Tugas Satpol PP DIY disitu menyusun petunjuk teknis tentang BKK di kalurahan. Jadi kami susun petunjuk teknisnya, kami verifikasi proposal dari kalurahan. Besaran BKK nya beda-beda karena sudah ada rumus yang dihitung bersama,” katanya.

Ditambahkan Noviar, bagi kalurahan yang tidak memiliki kelompok jaga warga, akan diberi Rp 50 juta. Kemudian, bagi kalurahan yang sudah memiliki jaga warga lebih dari 50 persen, maka bisa menerima Rp 75 juta.

“Ada tambahan 5 juta untuk setiap zona merah per 24 Juli 2021 lalu,” jelasnya.

Baca juga: Tinggal Seorang Diri, Lansia Asal Girisubo Gunungkidul Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah

Ia mengatakan, kegunaan dana itu akan tetap diawasi oleh pihaknya juga Paniradya Kaistimewan dan badan-badan terkait agar penggunaan tidak melenceng.

“Kami pun diawasi, maka penyaluran ini juga diawasi oleh pihak terkait agar tidak disalahgunakan. Kami juga sosialisasikan bagaimana caranya membuat pertanggungjawaban dana itu,” tandas Noviar.

Dalam bincang-bincang tersebut, hadir pula KPH H Yudanegara PhD selaku Kabag Bina Pemerintahan Kalurahan/Kelurahan & Kapanewon/Kemantren Biro Tata Pemerintahan Setda DIY dan Drs Wajiran, Lurah Kalurahan Srimulyo, Piyungan, Bantul. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved