Breaking News:

Gugus Tugas Covid-19 Kulon Progo Tunggu Keputusan Pemerintah Terkait Kelanjutan PPKM Level 4

Gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo hingga saat ini masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait pemberlakuan

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo hingga saat ini masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 yang berakhir pada Senin (2/8/2021) ini. 

"Kita masih menunggu instruksi dari pusat. Kalau diperpanjang, pastinya kita akan menyesuaikan dan menindaklanjuti dengan instruksi bupati (inbup) Kulon Progo," kata Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Fajar Gegana saat ditemui, Senin (2/8/2021). 

Baca juga: Atlet Rugby DIY Cari Lapangan Sintetis dan Training Camp Baru Jelang PON XX Papua

Ia mengatakan semisal pemerintah pusat tidak memperpanjang PPKM Level 4, gugus tugas akan mengevaluasi dengan mempersiapkan segala ketentuannya. 

Dikarenakan pembukaannya dilakukan secara bertahap tidak mungkin bebarengan. 

Seperti sektor pariwisata akan dievaluasi dan diverifikasi terlebih dahulu. 

"Juga pelayanan lain yang sifatnya langsung berurusan dengan masyarakat. Sehingga harus hati-hati dalam menyikapinya. Karena jangan sampai ketika dibuka justru menambah kasus Covid-19 saat ini," ucap Fajar. 

Sebaliknya bila pemerintah pusat memperpanjang PPKM Level 4, ia berharap ada kelonggaran-kelonggaran bagi pelaku usaha mikro sehingga ada perputaran ekonomi. 

Menurutnya efektivitas dari PPKM darurat sejak 3 Juli 2021 lalu hingga PPKM Level 4 saat ini cukup berpengaruh terhadap tingkat mobilitas masyarakat di Kulon Progo yang mengalami penurunan. 

Akan tetapi tren paparan virus corona menurutnya masih tinggi. 

Baca juga: RSCH Klaten Tambah Bed Pasien COVID-19 Sebanyak 50 Persen

Dikarenakan penyebaran kasus Covid-19 saat ini tidak bisa diprediksi bila dibandingkan pada awal pandemi 2020 lalu. 

Kendati demikian, gugus tugas terus melihat dan mengevaluasi kesiapan selanjutnya. 

Seperti bagaimana mengatur pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) dan meningkatkan kapasitas tempat tidur (TT) di RSUD Wates. Dikarenakan penambahan kapasitas TT saat ini baru 23 persen. 

"Tapi bulan ini kami mengoptimalkan kapasitas TT di RSUD Wates. Dengan mengkonversi bed pelayanan umum menjadi ruang isolasi sekitar 45 persen," ucapnya. (scp) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved