Subsidi Gaji Karyawan Cair Awal Agustus 2021, Berikut Syarat hingga Cara Mengeceknya

Subsidi gaji karyawan tersebut direncanakan sebesar Rp 1 juta dan akan disalurkan pada pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. 

Editor: Muhammad Fatoni
Thinkstockphotos.com
Ilustrasi subsidi gaji karyawan 

TRIBUNJOGJA.COM - Subsidi gaji karyawan dari pemerintah dijadwalkan bakal mulai cari pada awal Agustus 2021 mendatang.

Subsidi gaji karyawan tersebut direncanakan sebesar Rp 1 juta dan akan disalurkan pada pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. 

Hal itu disampaikan oleh Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Anwar Sanusi.

Insyaallah (penyaluran BSU dilakukan awal Agustus 2021),” kata Anwar, Kamis (29/7/2021), sebagaimana diberitakan Tribunnews.com.

Menurut Anwar, saat ini pihak Kemnaker masih dalam proses penyelesaian regulasi dan administrasi guna pencairan subsidi gaji

”Kami saat ini baru menyelesaikan regulasi. Kemudian revisi DIPA dengan dirjen anggaran. Semoga bisa kami segerakan," katanya.

Baca juga: Kapan Subsidi Gaji 2021 untuk Pekerja Diberikan oleh Pemerintah Indonesia

Baca juga: SPSI Gunungkidul Harapkan Pekerja Bisa Mendapat BLT Subsidi Gaji

Meski demikian, tidak semua pekerja bakal menerima subsidi haji. 

Pekerja yang mendapat subsidi adalah pekerja yang memenuhi sejumlah persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah bagi Pekerja/Buruh dalam Penanganan Dampak Covid-19.

Merujuk aturan itu, berikut syarat penerima subsidi gaji

1. WNI yang dibuktikan dengan kepemilkan NIK;

2. Peserta aktif program BPJS Ketenagakerjaan sampai bulan Juni 2021;

3. Memiliki gaji/upah paling banyak Rp 3,5 juta;

4. Bekerja di wilayah pemberlakuan PPKM Level 3 dan 4 sebagaimana yang ditetapan oleh pemerintah;

5. Diutamakan bekerja pada sektor usaha industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti dan real estate, perdagangan dan jasa, kecuali jasa pendidikan dan kesehatan, sesuai klasifiksi data sektoral di BPJS Kesehatan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved