Pemda DIY Diminta Turunkan Positivity Rate Kasus Covid-19 di DI Yogyakarta Hingga di Bawah 5 persen

Pemerintah pusat meminta agar kepala daerah dapat menurunkan positivity rate atau rasio warga terpapar Covid-19 di wilayahnya masing-masing hingga

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah pusat meminta agar kepala daerah dapat menurunkan positivity rate atau rasio warga terpapar Covid-19 di wilayahnya masing-masing hingga mencapai di bawah 5 persen. 

Untuk diketahui, positivity rate merupakan persentase perhitungan dari penambahan kasus positif Covid-19 dibandingkan jumlah orang yang diperiksa.

"Untuk tracing, yang penting positivity rate (harus) di bawah 5 persen. Selama masih di atas itu ya harus sebanyak mungkin di-tracing," kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kamis (22/7/2021).

Sri Sultan menjelaskan, saat ini positivity rate di DI Yogyakarta masih menyentuh angka 23,32 persen. 

Baca juga: Seribu Siswa SMK Ikuti Program Kewirausahaan Starbucks Creative Youth Entrepeneurship 2021

Jumlah tersebut tergolong tinggi karena melampaui empat kali lipat standar yang ditentukan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

"Positif rate DIY 23,28 persen untuk DIY. Harus dibawah 5 persen. Di WHO ketentuan di bawah 5 persen," katanya.

Adapun Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY sebelumnya sempat memeriksa sebanyak 10 ribu sampel dalam sehari menggunakan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) maupun swab rapid test antigen. 

Namun kemudian, jumlah sampel yang dites turun menjadi 8 ribuan sampel pada 20 Juli dan 9 ribuan sampel pada 21 Juli.

Terkait penurunan sampel ini, Kepala Bagian Humas Biro Humas dan Protokoler Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji menyebut bahwa bahwa target testing harian di DIY yang ditentukan adalah sebanyak 7.412 sampel perhari.

Hal tersebut tercantum dalam ketentuan PPKM Darurat Level 4 terbaru. Artinya, meski mengalami penurunan, jumlah sampel yang dites telah melampaui target yang ditentukan pusat.

"Sesuai dengan inmendagri yang terbaru kaitannya dengan PPKM level 4 Jawa-Bali. Testing DIY harian itu targetnya adalah 7.412," katanya melalui pesan singkat.

"Dan sejak tanggal 13 Juli kalau tidak salah sampai dengan 20 kemarin DIY sudah melampaui testing harian," tambahnya.

Soal angka positivity rate yang masih tinggi, Ditya menjelaskan hal itu terkait erat dengan transmisi yang terjadi di masyarakat. 

Oleh sebab itu, kunci untuk menangani masalah ini adalah dengan memastikan bahwa mobilitas masyarakat dapat ditekan. Otomatis potensi penularan Covid-19 menjadi semakin surut.

Baca juga: Kriteria dan Persyaratan Penerima Bantuan Subsidi Upah Karyawan Swasta, Berikut Penjelasan Menaker

"Ada hal lain yang lebih mudah, yaitu taat prokes, pakai masker, jaga jarak, dan lain-lain. Tapi ini berkaitan dengan perilaku masyarakat. Perlu waktu yang lebih lama karena ini mengubah perilaku," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved