Cerita Relawan DI Yogyakarta di Masa Pandemi Covid-19, Beban Berat Setara Nakes
Relawan menjadi salah satu kelompok yang kerap terlupakan di masa bencana, termasuk pandemi Covid-19. Kiprahnya tetap dibutuhkan
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
"Tidak, situasinya tidak baik-baik saja. Kadang, mulai jam 20.00 WIB itu malah mulai sibuk, entah yang menguburkan jenazah, mencarikan RS,” tambahnya.
Baca juga: Angka Kasus Positif dan Sembuh Covid-19 Menunjukkan Tren yang Membaik
Para relawan itu seperti tak kenal waktu berjibaku dengan keadaan. Demi rasa kemanusiaan, mereka rela tidur larut agar warga yang terjangkit Covid-19 bisa sembuh.
“Banyak kisah menyedihkan. Kadang kalau ada warga yang minta dicarikan bantuan medis karena saturasi turun, ya kami semua berdoa. Sering juga, sudah berdoa, berapa jam kemudian, warganya meninggal. Sedih,” beber Rimawan lagi.
Itu sering terjadi apabila saturasi warga ada di angka di bawah 90. Dengan saturasi senilai itu, warga sulit untuk masuk ke selter dan tetap harus menunggu apabila dirujuk ke RS.
“Ya kalau sudah begitu, kami tinggal berdoa saja, semoga diberi keselamatan, bisa terkendali di RS,” tandasnya. (ard)