Kabupaten Bantul

Rata-rata Ada 5 Pasien Isoman Meninggal di Rumah Setiap Hari di Bantul

Rata-rata pasien yang meninggal saat isoman adalah pasien positif covid-19 yang bergejala dan memiliki komorbid atau penyakit penyerta.  

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Ia mengungkapkan bahwa untuk kebutuhan peti ini biasanya ditanggung oleh keluarga ataupun bantuan dari desa.

"Kadang desa membantu, tapi kalau masyarakat yang dari kalangan mampu ya akan membeli sendiri peti selain itu juga bisa membantu relawan untuk pengadaan APD," imbuhnya.

Adapun dari laporan Satgas Covid-19 Bantul, per Minggu (11/7/2021) pukul 15.30 WIB terdapat 837 orang kasus Konfirmasi Covid-19.

Baca juga: Daftar Nomor Kontak Shelter Karantina Covid-19 di Yogya, Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Gunungkidul

Sementara untuk kasus konfirmasi Covid-19 yang sembuh sebanyak 241 orang.

Dan kasus konfirmasi Covid-19 yang meninggal sebanyak 18 orang.

Terkait adanya pasien Covid-19 yang meninggal di rumah, hal itu belum terdengar oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.

"Saya belum mendengar dan menerima laporan isoman di bantul yang meninggal. Memang pandemi semakin tidak terkendali, maka pada akhirnya individu masyarakat yang harus menjaga dirinya masing-masing," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pemerintah memiliki keterbatasan.

Bupati mengatakan bahwa menyediakan tempat tidur untuk isolasi di shelter pun ada batasnya.

Keterbatasan juga dialami dalam hal kebutuhan tenaga kesehatan.

Baca juga: Dinkes Bantul Buka Pendaftaran Relawan, Dalam Sehari Jumlah Pendaftar Dua Kali Lipat dari Kebutuhan

Terlebih dari sisi anggaran, tidak mungkin menggelontorkan anggaran tanpa batas.

Maka dari itu, peran serta dari Satgas di level mikro sangat diandalkan, termasuk dalam hal melayani para pasien yang menjalankan isoman di rumah.  

Kepala Dinkes Bantul, Agus Budi Rahardjo memaparkan bahwa pihaknya mengerahkan petugas dari Puskesmas untuk terus memantau perkembangan kesehatan dari warga.

Sehingga masyarakat yang melakukan isolasi mandiri dapat sembuh dari Covid-19.

"Kalau memang harus isolasi mandiri, dibantu oleh puskemas, obat akan kita support. Obat yang bisa membantu mengendalikan perkembangan virus itu dan juga vitamin yang diperlukan, termasuk mengurangi rasa sakit yang diderita pasien," jelasnya beberapa waktu lalu.( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved