Kembali Gelar Sapa Aruh, Sri Sultan Hamengku Buwono X: Lockdown Adalah Upaya Terakhir
Kembali Gelar Sapa Aruh, Sri Sultan Hamengku Buwono X: Lockdown Adalah Upaya Terakhir
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Hari Susmayanti
Di antaranya dengan melakukan pembatasan berskala mikro.
Terutama untuk daerah dengan keberadaan RT/RW berzona merah, mengaktifkan fasilitas karantina atau isolasi mandiri di tingkat kelurahan, serta membatasi mobilitas dan aktifitas sosial masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
Apabila segala upaya telah dilakukan tetapi wabah belum juga terkendali, maka Pemda DIY akan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memberlakukan karantina wilayah.
Usulan ini akan dipersiapkan dengan mempertimbangkan sumber daya yang ada, hasil tinjauan epidemiologis, serta memperhatikan kondisi sosial, ekonomi, budaya dan pertahanan keamanan.
"Selain itu, kondisi wilayah yang berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta juga kami jadikan pertimbangan," paparnya.
Di akhir pidatonya, Sri Sultan mengimbau kepada seluruh warga masyarakat DIY untuk berperan aktif dalam mencegah merebaknya pandemi serta mengawasi pemberlakuan PPKM Mikro.
"Tegakkan protokol kesehatan mulai dari diri pribadi, keluarga, dan masyarakat di sekitar kita. Stay at home, tetap tinggal di rumah menjadi pilihan terbaik saat ini," imbuh Sri Sultan. (Tribunjogja/Yuwantoro Winduajie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kembali-gelar-sapa-aruh-sri-sultan-hamengku-buwono-x-lockdown-adalah-upaya-terakhir.jpg)