Tindak Lanjut Usulan Gubernur DIY Tentang Parkir Premium Malioboro, Ini Kata Dinas Perhubungan

Seperti diketahui, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X sempat melontarkan wacana terkait penerapan parkir premium di ikon Kota Yogyakarta

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja.com | Bramasto Adhy
Ilustrasi Jalan Malioboro 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perhubungan (Dishub) DIY berencana untuk mengkaji tarif parkir di kawasan Malioboro

Seperti diketahui, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X sempat melontarkan wacana terkait penerapan parkir premium di ikon Kota Yogyakarta tersebut.

Yakni dengan memberlakukan tarif parkir progresif berdasarkan jarak menuju Malioboro.

Baca juga: KPU Bantul Gandeng UMY untuk Menyukseskan Program Desa Pelopor Demokrasi

Semakin dekat lahan parkir dengan Malioboro, tarifnya akan semakin mahal hingga mencapai Rp 60 ribu.

Sebaliknya, jika menjauhi Malioboro tarifnya semakin murah.

Kepala Dishub DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengungkapkan, sebenarnya langkah pemberlakuan parkir progresif telah diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.

Hanya saja, tarif yang ditetapkan masih tergolong rendah.

"Sekarang sudah dibagi per zona cuma nilainya masih bisa diubah. Semuanya perlu dianalisis ya, kan (Malioboro) kawasan premium, parkir itu juga perlu ditata," jelas Made kepada Tribun Jogja Jumat (4/6/2021).

Langkah itu ditempuh sebagai salah satu upaya untuk menata kawasan Malioboro.

Terlebih volume kendaraan pribadi menuju kawasan ini kerap membludak sehingga lalu lintas sulit diatur.

Terutama tiap akhir pekan atau momen libur panjang. Bahkan sering menimbulkan kesan yang semrawut.

"Ketika kawasan bangkitan yang terlalu banyak mobilitas angkutan pribadi ya kenakan saja parkir mahal," jelasnya.

Dengan adanya pemberlakuan tarif parkir premium diharapkan wisatawan dan masyarakat dapat tergerak untuk memanfaatkan moda transportasi umum.

Made pun berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas transportasi umum di DIY agar masyarakat mau menggunakannya.

"Iya kita semua harus sama-sama lah. Macet disebabkan apa sih. Angkutan pribadi terlalu banyak. Karena orang juga tidak mau pakai angkutan umum yang kita sediakan. Angkutan umum kita juga hatus bagus. Ini PR bersama," jelasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved