Breaking News:

Aglomerasi DI Yogyakarta

Meski Mudik Lokal Tak Dilarang, Pemkot Yogyakarta Minta Warganya Batasi Mobilitas

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengimbau agar masyarakat bisa membatasi mobilitasnya sepanjang momentum lebaran nanti.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribun Jogja/ Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengimbau agar masyarakat bisa membatasi mobilitasnya sepanjang momentum lebaran nanti.

Hal itu, sebagai tindak lanjut Surat Edaran (SE) Gubernur DIY tentang ketentuan mudik di wilayah aglomerasi Yogyakarta Raya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sesuai SE Gubernur DIY, pihaknya bakal mengawasi tingkat terkecil di wilayah, melalui posko PPKM Mikro.

Ia pun telah meminta warga yang menerima tamu dari luar kota, agar melaporkannya pada petugas posko setempat.

Baca juga: Bikin Bingung, Ini Pengakuan Masyarakat di DI Yogyakarta Tentang Kebijakan Mudik Lokal Aglomerasi

"SE Gubernur kan mensyaratkan rapid test atau GeNose, ya, dan yang boleh datang hanya dari DIY saja. Makanya, warga yang akan kedatangan tamu itu harus melaporkannya dulu kepada posko," terang Heroe, Senin (10/5/2021).

Hanya saja, ia berharap, masyarakat agar dapat menahan hasrat untuk saling jumpa dengan sanak saudaranya dalam momentum lebaran kali ini.

Namun, kalaupun memang tak dapat dihindari, baik warga beserta tamunya, harus sama-sama memahami dan mentaati peraturannya.

"Misalnya si tamu mau berkunjung di hari lebaran, ya harus minta izin dulu sama tuan rumah, biar bisa dilaporkan dulu, ke posko PPKM Mikro di wilayahnya," katanya.

Baca juga: Libur Lebaran, Dinkes Bantul Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan

"Saya minta perhatian lah, supaya ini tidak jadi persoalan, salah pengertian di antara warga. Apalagi, ada beberapa posko tertutup, tidak menerima orang datang, kerena memang kesepakatan warga," imbuh Heroe.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut berujar, pihaknya tetap harus menyesuaikan dengan aturan, yang ditetapkan oleh Pemda DIY. Dirinya pun sepakat, dengan tidak diterapakannya larangan mudik lokal.

"Kalau lingkup DIY kan masih dimungkinkan ya, perjalanan antar kota dan kabupaten. Batasan antar kabupaten dan kota itu kan sangat susah," pungkasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved