Breaking News:

Paket Makanan Misterius Berujung Maut

Pengirim Paket Sate Maut Beli Sianida Seberat 250 Gram di e-Commerce

Kasus kematian NFP (10) terungkap. Polisi akhirnya dapat menangkap perempuan misterius yang mengirimkan paket sate maut dengan racun sianida.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
NA, tersangka pengiriman paket sate beracun, di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kasus kematian NFP (10) terungkap. Polisi akhirnya dapat menangkap perempuan misterius yang mengirimkan paket sate maut dengan racun sianida. 

Perempuan tersebut berinisal NA (25) yang kini ditahan di Polres Bantul.

Tersangka rupanya telah merencanakan perbuatan tersebut dan membeli racun tersebut sejak tiga bulan lalu. 

Baca juga: Jelang Masa Larangan Mudik, Pemkot Yogyakarta Dapati 11 Pelaku Perjalanan Tanpa Surat Sehat

Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi mengatakan racun yang ada di bumbu sate tersebut adalah kalium sianida (KCN).

Racun tersebut dibeli secara daring melalui e-commerce. 

"Racun tersebut dibeli secara online. Beli sebanyak 250 gram, harganya Rp 224.000," katanya, Senin (03/05/2021).

Ia menyebut tersangka adalah warga Majalengka, Jawa Barat yang bekerja di Yogyakarta. Tersangka bekerja sebagai karyawan swasta. 

Kapolres menerangkan tersangka sakit hati lantaran ditinggal menikah oleh Tomy.

Tomy adalah penerima asli makanan yang dibawa oleh Bandiman sebelum dibawa konsumsi oleh keluarganya, termasuk NFP. 

Baca juga: Proses Panjang Kawasan Wisata Kuliner Girimulyo Kulon Progo, Berangkat dari Swadaya Masyarakat

"Yang bersangkutan (Tomy) kan duda, menikah dengan orang lain, terus sakit hati. Tersangka dan Tomy kenal di Yogyakarta. Ditinggal menikah sekitar dua tahun lalu," terangnya. 

Sementara itu, Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkhan Rudy Satria menambahkan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.

Termasuk mendalami sasaran utama sate beracun itu. 

"Kami masih mendalami, apakah Tomy itu sasaran utamanya atau istrinya. Kami masih melakukan pendalaman," tambahnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved